Assalamualaikum wr wb Bismillahirrahmanirrahiim Allahumma shali wasalim sayyidina Muhammad. Pertama-tama saya mengucapkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT atas Rahmat dan Maunah-Nya lah saya dapat menyusun tulisan religius ini berjudul sesuai tersebut diatas. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya beserta para sahabatnya.
Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Sebelum mencari tahu tentang eksistensi syurga secara mendalam, terlebih dahulu kita akan mencari tahu tentang dimanakah tempat syurga itu berada. Namun sebelumnya ada baiknya kita tengok terlebih dahulu sebuah ayat dalam Al-Qur’an yang memberikan sebuah informasi sebagaimana berikut : ( Artinya ) : ” Allahlah yang menciptakan tujuh langit , dan seperti itu pula bumi . ” ( QS : At-Thalaq : 12 ) .
Ayat diatas memberikan sedikit keterangan pada kita bahwa langit ternyata terdapat tujuh buah , demikian halnya dengan bumi.
Agus Mustafa dalam ‘Ternyata Akhirat Tidak Kekal’ memberikan penjelasan bahwa pada langit pertama dibumi oleh manusia, hewan, dan tumbuh-tumbuhan, serta benda-benda langit seperti bintang, planet, galaksi , supercluster, dan lain sebagainya.
Langit kedua dihuni oleh bangsa Jin. Alam pada langit kedua ini sesungguhnya berdampingan dengan alam langit pertama, akan tetapi tidak bersentuhan, sebab dimensinya berbeda. Kedua dunia ini berdampingan namun tak bercampur aduk.
Langit yang ketujuh adalah langit yang tertinggi. Dilangit inilah sesungguhnya syurga dan neraka berada. Nabi Muhammad SAW sendiri saat menjalani Isra’ Mi’raj, ketika berada di Sidratil Muntaha, dilangit yang ketujuh pernah melihat syurga. Dalam sebuah ayat Allah menjelaskan bahwa lokasi syurga berada dekat dengan Sidratil Muntaha, sebagaimana ayat berikut : ( Artinya ) : ” Di Sidratil Muntaha, didekatnya ada syurga , sebuah tempat tinggal. ” ( QS : An – Najm : 14 – 15 ) .
Syurga yang berada dilangit ketujuh, saat itu sesungguhnya ada. Namun keberadaan syurga saat ini masih belum bisa disaksikan oleh mata kasad manusia, sebab masih tertutup oleh perbedaan dimensi antara alam langit dan bumi dengan alam langit ketujuh tersebut. Didalam Kitab Suci Al-Qur’an Allah SWT berfirman : ( Artinya ) : ” Dan apabila ( batas-batas ) langit dilenyapkan. Dan apabila neraka Jahim dinyalakan. Dan apabila syurga didekatkan. ” ( QS : at-Takwir : 11 – 13 ).
Ayat diatas jelas sekali mengkhabarkan bahwa kelak syurga hanya sekedar didekatkan saja bukan diciptakan setelah hari ketujuh sebagaimana persepsi kita selama ini. Syurga itu sekarang ini sudah ada, namun belum nampak oleh kita, sebagaimana yang difirmankan oleh Allah sendiri : ( Artinya ) : ” Yaitu syurga Adn yang telah dijanjikan oleh Allah Yang Maha Pemurah kepada – hamba-hamba-Nya, sekalipun ( syurga itu ) tidak nampak. ” ( QS : Maryyam : 61 ).
Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Saya akhiri tulisan religius ini, berjudul sesuai tersebut diatas. Terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Jumpa lagi kita, insya Allah dikesempatan lain tentu saja dengan judul baru tulisan saya yang lain. Waafwa minkum wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
***
* Bahan-bahan ( materi ) diambil dan dikutip dari buku : INDAHNYA SYURGA PEDIHNYA NERAKA
Oleh : Asrifin An Nakhrawie, S.Ag *
***
* Artikel religius ini dapat anda temukan pada Website kesayangan :Www.hajisunaryo.com *
***
* Artikel religius ini juga dapat anda temukan pada Website : Www.hsunaryo.blogspot.co.id atau Www.hsunaryo.blogspot.com *
***
Categories
Cari Artikel
penggunjung