“ IKHLAS” (Bagian Keempat) *Selesai*

Assalamualaikum wr.wb. Bismillahirrahmaanirrahim. Allahumma shallai wassalim Sayyidina Muhammad. Kita ucapkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT. Berkat kasih sayangNya, taufik hidayah, serta inayahNya sajalah tulisan ini berjudul tersebut diatas bagian Keempat ini selesai sudah saya susun. Sekali lagi, syukur alhamdulillah. Shalawat serta salam kita mohonkan semoga tetap tercurah kepada junjungan kita, junjungan umat, Nabi termulia, Rasul paling agung, Muhammad SAW beserta keluarganya, beserta  para Sahabatnya.

Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Ikhlas itu merupakan kunci diterimanya do`a. Dalam kehidupan sehari-hari, manusia sering tidak mampu memecahkan persoalan hidupnya. Disinilah keterbatasan manusia sehingga satu-satunya harapan adalah bergantung kepada Allah. Komunikasi yang paling efektif antara seorang hamba dengan Allah adalah melalui do`a. Dalam do`a, hamba Allah dapat mengemukakan persoalan hidupnya dan Allah yang Maha Kuasa pasti akan mengabulkan do`a setiap hambaNya, sebagaimana Firman Allah SWT berikut:

#(Artinya):” Dan apabila hamba hambaKu bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang mendo`a apabila ia berdo`a kepadaKu, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)Ku dan hendaklah mereka berikrar kepadaKu agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS:Al-Baqarah:186)

Setiap do`a yang dipanjatkan oleh orang mukmin pasti dikabulkan oleh Allah. Cepat atau lambatnya do`a itu terkabul ditentukan berdasarkan kodrat dan iradat Allah. Setiap orang mukmin yang berdo`a pasti mendapatkan balasan berupa pahala disisi Allah. Apabila ada suatu do`a yang belum sempat dikabulkan didunia, maka pasti akan dicatat dan dibalasNya diakherat kelak.

Dikabulkan atau tidaknya suatu do`a yang dipanjatkan hamba Allah tidak tergantung dari lamanya do`a atau fasih dan hafalnya do`a diucapkan, melainkan ditentukan berdasarkan keikhlasan orang tersebut dalam berdo`a. Keikhlasan hati dan kemantapan serta kekhusukan seseorang yang berdo`a merupakan kunci diterimanya do`a. Khusu` dan ikhlas dalam berdo`a merupakan suatu yang sulit dilakukan. Namun disitulah letak rahasia dan kekuatan do`a yang dikabulkan Allah.

Saudaraku, untuk menjadi manusia yang ikhlas (mukhlis) memang sulit karena syetan senantiasa mempengaruhi dan menggoda manusia. Apabila syetan gagal menggoda manusia untuk melakukan kejahatan dan kemaksiatan, maka ia mengubah ia taktik dan strateginya dengan jalan membisikkan manusia supaya dalam beramal menjadi riya dan ujub  atau sombong. Apabila manusia telah tergetar hatinya dalam mendengar bisikan syetan maka hancurlah amalnya, jadilah ia musyrik. Oleh karena itu manusia harus berlindung kepada Allah dari bisikan syetan dan menjauhi kemusyrikan karena musyrik merupakan dosa besar.

# Perhatikan Firman Allah SWT:

(Artinya):” Dan (ingatlah) ketika Lukman berkata kepada anaknya, diwaktu ia memberi pelajaran kepadanya:” Hai anakku, janganlah kamu menyekutukan Allah, sesungguhnya menyekutukan (Allah) adalah benar-benar kedzaliman yang besar.” (QS:Lukman:13)

Untuk menghindarkan diri dari godaan syetan manusia harus berlindung kepada Allah dan meningkatkan amal ibadah secara ikhlas. Untuk memiliki sikap ikhlas mausia harus melatih dan membiasakan dirinya hidup ikhlas dalam mewarnai setiap perbuatan sehari-hari. Adapun cara melatih ikhlas adalah sebagai berikut:

# Tingkatkan iman dan taqwa kepada Allah. (Meningkatkan iman dan taqwa dengan jalan memperbanyak kegiatan pembinaan mental rohani)

# Perbanyak amal shaleh.

(Meningkatkan, memperbanyak dan memanfaatkan setiap kesempatan beramal shaleh dalam kehidupan sehari-hari.)

# Hindarkan diri dari pergaulan lingkungan nonagamis (Lingkungan sangat berpengaruh dalam kehidupan seseorang sehingga suasana lingkungan yang nonagamis hendaknya dihindari.)

#Perhatikan kehidupan orang yang ikhlas (Amati dengan seksama bagaimana indahnya kehidupan orang-orang yang ikhlas dan usahakan untuk senantiasa dekat dan bergaul dengannya)

# Intropeksi dan tobat. (Perhatikan kehidupan sendiri dan nilailah amal yang pernah dilakukan, apakah sudah sesuai dengan ketentuan Allah dan RasulNya? Apakah masih banyak amal yang salah? Segeralah bertobat dan ingatlah bahwa kehidupan akherat sangat ditentukan oleh amal sholeh, amal yang dilakukan dengan ikhlas sewaktu didunia!)

Sampai disini saya sudahi tulisan (religius) ini bagian Keempat selesai sudah tulisan berjudul: Ikhlas secara keseluruhan. Terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Semoga tulisan religius ini bermanfaat bagi kita semua, dan bagi penyusunnya, semoga menjadi sebagai Ilmun Yuntafa`u Bihi guna mencapai Li Ibtighaa`i mardhaatillah. Amin! Amin Ya Mujibassailin. Jumpa lagi kita insya Allah dikesempatan lain tentu saja dengan tulisan saya yang lain. Waafwa minkum wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

# Bahan-bahan materi diambil dan dikutip dari buku: Pendidikan Agama Islam. Oleh: Drs H.Ahmad Syafi`i, MA.dkk# Penerbit: Yudhistira (Anggota Ikapi)

# Artikel religius ini dapat anda temukan pada website:www:Hajisunaryo.com#

This entry was posted in Artikel. Bookmark the permalink.