KALIMAH LAA ILAAHA ILLALLLAH MENDATANGKAN SYAFAAT DAN MENERANGI ALAM KUBUR ( Bagian Pertama )

Assalamualaikum wr wb Bismillahirrahmanirrahiim Allahumma shali wasalim sayyidina Muhammad. Segala puja dan puji milik Allah SWT, tiada sekutu bagi-Nya dan hanya kepada Allah SWT kita menyembah dan hanya kepada Allah SWT kita memohon pertolongan serta hanya kepada – Nya kita memohon ampunan. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada junjungan kita, junjungan umat, Nabi termulia, Rasul paling Agung, yaitu Baginda Sayyidina Muhammad SAW beserta keluarganya beserta para sahabatnya.
Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Sadarlah akan ada banyak kisah derita dan kesengsaraan yang bakal menyelimuti perjalanan manusia kelak pada hari Kiamat. Mulai dari dibangkitkannya dari alam kubur, sampai pada masa menunggu proses pertimbangan amal di Padang Mahsyar. Pada masa-masa itu sungguh manusia dalam keadaan yang sangat sengsara dengan diliputi penderitaan yang teramat berat. Semenjak dibangkitkannya dari alam kubur sendiri sesungguhnya manusia sudah menanggung beban derita itu. Belum lagi saat mereka berada di Padang Mahsyar yang merupakan lautan manusia dengan berbagai macam kepenatan dan kepanasan. Semua manusia merasakan kepanasan dan kepayahan yang menyedihkan. Tapi ironisnya tidak ada pertolongan saat itu. Tak ada satupun manusia yang sanggup memberikan pertolongan kepada manusia lain, kecuali mereka secara sendiri – sendiri berupaya untuk mencari pertolongan.
Ketahuilah bahwa pada saat seluruh manusia sibuk bercampur bingung dan kalut mencari pertolongan kesana – kemari, pada saat itulah Nabi Muhammad SAW hadir sebagai seorang Nabi yang akan memberikan sebuah pertolongan berupa syafaat. Kehadiran pertolongan Nabi berupa syafaat pada saat seperti itu tentu tak ternilai harganya. Namun sayang pertolongan tersebut tak semua orang bisa menerimanya. Ya, hanya orang-orang tertentu yang bisa meraih pertolongan itu. Lantas, siapakah orang – orang tertentu yang bisa meraih pertolongan itu. Siapakah yang berhak mendapatkan syafaat tersebut ?
Dalam sebuah Hadist dijelaskan: ( Artinya ) : Dari Abu Hurairah ra, dia berkata : ” Aku bertanya kepada Rasulullah :” Ya Rasulullah, siapakah orang yang paling bahagia dengan memperoleh syafaatmu pada hari Kiamat kelak? “. Beliau menjawab : ” Aku telah mendugamu wahai Abu Hurairah, bahwa tidak ada seorangpun yang akan menanyakan masalah ini sebelummu, karena kulihat keinginanmu terhadap Hadist sangat besar. Orang yang paling bahagia dengan syafaatku pada Hari Kiamat adalah orang yang mengucapkan ‘Laa ilaaha illalllah’ dengan ikhlas dari hatinya atau dari dirinya. ” ( Al-Hadist ) . ( BERSAMBUNG ).
Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Saya akhiri dulu tulisan religius ini , berjudul sesuai tersebut diatas Bagian Pertama. Kita nantikan penulisan selanjutnya Bagian Kedua pada penerbitan mendatang. Terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Waafwa minkum wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
***
* Bahan-bahan ( materi ) diambil dan dikutip dari buku : RAHASIA DIBALIK 99 BUTIRAN TASBIH. Oleh : Asrifin An Nakhrawie, S.Ag. *
***
* Artikel religius ini dapat anda temukan pada Website kesayangan :Www.hajisunaryo.com *
***
* Artikel religius ini juga dapat anda temukan pada Website : Www.hsunaryo.blogspot.co.id atau Www.hsunaryo.blogspot.com *
***

This entry was posted in Artikel. Bookmark the permalink.