Assalamualaikum wr.wb. Bismillahirrahmaanirrahim. Allahumma shalli wassalim Sayyidina Muhammad. Puja dan puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT atas karunia serta kasih sayangNya yaitu yang telah memberikan bermacam-macam nikmat kepada kita, antara lain nikmat panjang umur, sehat wal`afiat, waktu yang luang dan lain-lain, sehingga kita saat ini dapat sama-sama menikmati (membaca) tulisan religius berjudul tersebut diatas dan dengan kita mau (menyempatkan) diri membaca tulisan bernafaskan Islam ini.
Inilah suatu bukti kalau kita mensyukuri nikmat pemberianNya, yaitu nikmat iman dan Islam dalam hal ini wabil khusus nikmat taufik hidayah. Semoga kita selalu dan akan selalu mensyukuri nikmat pemberianNya yang sangat banyak ini. Saking banyaknya sampai-sampai kita tidak sanggup menghitungnya dan memang kita tidak akan pernah sanggup untuk menghitungnya. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya beserta para Sahabatnya.
Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Kata malaikat berasal dari bahasa Arab malaikah yang merupakan kata jamak dari kata malakun yang artinya risalah, misi atau utusan. Sementara manusia, diciptakan oleh Allah berasal dari Turab atau tanah liat sehingga lahirnya dapat diamati dengan indra manusia , sedangkan malaikat tercipta dari unsur Nur atau cahaya yang sifatnya ghaib.
Ya! Manusia diciptakan dari turab atau tanah liat, malaikat dari unsur Nur atau cahaya. Karenanya manusia secara lahiriyah dapat diamati dengan indra manusia. Sedangkan malaikat juga termasuk makhluk jin, Iblis dan syetan adalah makhluk ghaib tidak dapat dilihat atau dirasakan dengan panca indra manuisa. Jin, Iblis dan syetan diciptakan dari api.
# Rasulullah SAW bersabda
(Artinya):” Malaikat itu diciptakan dari cahaya, jin diciptakan dari nyala api dan Adam diciptakan dari apa yang telah diterangkan kepadamu semua. (HR.Muslim)
Diantara makhluk-makhluk Allah, seperti manusia, malaikat, jin, Iblis dan syetan yang paling mulia adalah manusia.
# Perhatikan Firman Allah SWT:
(Artinya):” Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam. Kami angkat mereka didaratan dan dilautan. Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan. (QS:Al-Isra:70)
Kelebihan manusia dari makhluk lain ialah manusia dikaruniai akal dan nafsu sehingga dapat menjadi motivasi dan semangat dalam menghambakan diri kepada Allah SWT. Manusia diciptakan Allah dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Tentunya manusia sendiri yang dapat menjaga dan memelihara diri dari yang dapat merendahkan martabatnya.
# Firman Allah SWT:
(Artinya):” Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Kemudian Kami kembalikan dia ketempat yang serendah-rendahnya (Neraka). (QS:At-Tin:4-5)
Kedudukkan manusia akan tetap mulia dan baik serta tidak akan ditempatkan pada tempat yang serendah-rendahnya apabila manusia beriman dan beramal sholeh balasan bagi manusia yang beriman dan beramal sholeh adalah syurga, tempat pahala yang tidak putus-putusnya. Hal inilah yang menjadikan manusia memiliki kedudukan yang lebih mulia daripada malaikat dan makhluk lainnya. Sebagai kenyataan, Allah menghendaki kemuliaan manusia sebagai berikut:
1.Manusia dijadikan khalifah dimuka bumi sebagaimana Firman Allah SWT berikut:
#(Artinya):” Dan ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat:” Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah dimuka bumi….” (QS:Al-Baqarah:30)
- 2. Allah memerintahkan kepada malaikat untuk sujud (hormat) kepada Adam As
#(Artinya):” Dan (ingatlah ketika Kami berfirman kepada malaikat:” Sujudlah kamu kepada Adam.” Maka sujudlah mereka kecuali Iblis, yang enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.” (QS:Al-Baqarah:34)
- 3. Malaikat tidak dapat menjawab pertanyaan tentang nama-nama ilmu pengetahuan, sedangkan adam dapat menjawabnya karena diberi ilmu dan diajarkan kepadanya.
- 4. Kepatuhan malaikat kepada Allah karena sudah tabiatnya dan malaikat tidak memiliki hawa nafsu, sedangkan manusia kepatuhannya kepada Allah melalui perjuangan yang berat karena karena harus melawan hawa nafsu dan godaan syetan yang terkutuk.
Sampai disini saya sudahi tulisan religius ini. Terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Jumpa lagi kita, insya Allah dikesempatan lain tentu saja dengan tulisan saya yang lain. Waafwa minkum wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
…
# Bahan-bahan materi diambil dan dikutip dari buku: Pendidikan Agama Islam. Oleh: Drs.H. Ahmad Syafi`i Mufid, MA.dkk)
…
# Artikel religius ini dapat anda temukan pada website:www:Hajisunaryo.com#
…