“ RIYA DAN NIFAK.”

Assalamualaikum wr.wb. Bismillahirrahmaanirrahim. Allahumma shalli wassalim Sayyidina Muhammad. Segala puji bagi Allah SWT, Rabb, Tuhan Seru Sekalian Alam. Shalawat serta salam semoga tetap tercurah kepada junjungan umat, Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya, beserta para Sahabatnya.

Riya dan Nifak adalah judul tulisan ini, tetapi sebelum kita menguraikan setentang riya dan nifak tersebut perkenankan saya menyampaikan iman kenapa? Karena riya` itu adalah satu diantara hal-hal yang dapat merusak iman.

# Iman menurut bahasa artinya percaya, sedangkan para ahlul Hadist menakrifkan iman adalah:(Artinya):” Iman itu ialah melihat dengan hati, mengikrarkan dengan lisan dan mengerjakan dengan anggota.”

Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa iman itu tidak cukup diyakini didalam hati saja, melainkan harus diucapkan dengan lisan dan diamalkan dengan anggota badan, Hal itu merupakan wujud nyata pengakuan iman seseorang. Keimanan seseorang seolah-olah tiada manfaatnya apabila seseorang itu melakukan hal-hal yang dapat mengurangi bahkan merusak iman.

Riya` misalnya, sifat ini jelas dapat merusak iman seseorang. Riya` artinya memperlihatkan diri kepada orang lain. Maksudnya beramal bukan karena Allah, melainkan  karena manusia. Orang riya` beramal bukan atas dasar ikhlas melainkan agar mendapat sanjungan  dan pujian dari orang. Oleh sebab itu, orang riya` rajin beramal, beribadah dan bekerja apabila ada orang yang melihatnya dan mau memujinya. Apabila tidak ada orang yang melihatnya dan mau memujinya. Apabila tidak ada orang yang melihatnya atau tidak ada orang yang memujinya, ia malas beramal.

Riya` sangat erat hubungannya dengan takabur. Orang yang riya`  dapat menjadi  takabur dan orang takabur  seringkali  menjadi riya`. Sifat semacam ini sangat membahayakan  bagi manusia. Ada beberapa  macam sifat riya`. Saya sebutkan salah satu saja sifat riya` yaitu riya`dalam niat.

Seringkali seseorang  memberikan sesuatu kepada orang lain bukan karena niat yang ikhlas, melainkan ingin dipuji orang. Orang yang bersedekah karena riya` tidak akan pernah merasakan ikhlas. Dan orang yang bersedekah dengan tidak ikhlas jelas ini akan merusak iman orang itu sendiri.

# Nifak mengandung pengertian berucap atau berkata tidak sesuai dengan kenyataan. Dengan kata lain, lain dimulut, lain dihati. Orang yang mempunyai sifak nifak disebut munafik. Orang munafik sangat berbahaya karena mereka merupakan musuh dalam selimut. Mereka selalu membuat perpecahan diantara manusia.

Mereka mengaku beriman kepada Allah dan RasulNya, padahal didalam hatinya ingkar terhadap apa yang telah diucapkannya itu sebagaimana Firman Allah SWT berikut ini:

(Artinya):” Diantara manusia  ada yang mengatakan:” Kami beriman kepada Allah dan hari kemudian.” Padahal mereka sesungguhnya bukan orang yang beriman.” (QS:Al-Baqarah:8)

Ciri-ciri orang munafik dalam kehidupan sehari-hari seringkali berkata dusta (bohong), ingkar janji , berkhianat dan sebagainya. Tanda-tanda orang munafik telah dijelaskan oleh Rasulullah SAW didalam Hadist berikut ini.

(Artinya):” Dari Abu Hurairah ra dari Nabi SAW bersabda:” Tanda-tanda orang munafik ada tiga, apabila ia berkata ia berdusta, apabila berjanji ia ingkar, dan apabila dipercaya ia berkhianat.” (HR:Bukhari)

Islam melarang keras umatnya berlaku nifak. Bukan saja karena alasan siksa akherat, melainkan juga karena sangat merugikan dan merusak  dirinya sendiri, antara lain merusak hubungan keluarga, teman, tetangga, masyarakat, bahkan bangsa dan negara. Orang munafik akan menghilangkan  kepercayaan orang lain kepada dirinya.

Sifat Nifak sangat membahayakan manusia, Allah SWT mengancam dengan siksaan yang sangat pedih bagi orang munafik. Mereka akan dimasukkan  atau ditempatkan kedasar api Neraka.

# Perhatikan Firman Allah SWT:

(Artinya):” Sesungguhnya orang-orang munafik itu (Ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari Neraka, dan kamu  sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolong pun bagi mereka.” (QS:An-Nisa:145)

Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Sampai disini  saya sudahi  dulu tulisan religius ini terima kasih  atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Jumpa lagi kita insya Allah dikesempatan lain tentu saja dengan tulisan saya yang lain. Waafwa minkum wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

# Bahan-bahan materi diambil dan dikutip dari buku:” Pendidikan Agama Islam.” Oleh: Drs Ahmad Syafi`i Mufid,MA. DKK.#

# Artikel religius ini dapat anda temukan pada website:www:Hajisunaryo.com.#

This entry was posted in Artikel. Bookmark the permalink.