Assalamualaikum wr.wb. Bismillahirrahmaanirrahim. Allahumma shalli wassalim sayyidina Muhammad. Saudaraku sesama muslim muslimat sidang pembaca yang terhormat. Selamat berjumpa kembali (lewat tulisan) dengan saya, Selamat menikmati tulisan-tulisan (religius) saya. Kali ini sesuai judul artikel tersebut diatas, semoga mendapat tempat dihati pembaca, menyejukkan dan menjadi sebagai tambahan ilmu, menambah wawasan kemudian yang paling sangat diniatkan penulis yaitu sebagai sarana syiar dakwah nilai-nilai Islam pun kian tersebar-luaskan.
Sidang pembaca didalam kitab suci Al-Qur`an surat Al-Imran ayat seratus delapan puluh lima. Allah SWT berfirman:
#(Artinya):” Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan maut.” (QS:Al-Imran:185)
Setiap jiwa yang hidup akan mati. Menurut bahasa, Al-maut artinya adalah yang mati. Dan dalam mendefinisikan mati, kamus membahasakan:” Kata Al-maut (artinya:kematian) lawan dari Al-Hayah (kehidupan). Asal dari Al-maut (mati) dalam bahasa Arab berarti As-Sukun (diam) dan setiap yang diam berarti mati.
Hakikat kematian adalah kembalinya kesisi Allah SWT dan keluar dari kehidupan dunia untuk memasuki kehidupan lain. Deskripsi tentang kematian telah digambarkan oleh Allah didalam kitabNya (lihat Al-Qur`an surat Al-An`am ayat kedua)
Kematian bukan sekedar hilangnya jasad manusia yang biasa kita lihat sehari-hari, namun adalah punahnya kemampuan beraktifitas dan lenyapnya kehidupan fisik diplanet bumi ini. Jangan dikira bahwa mati itu akan terlepas dari urusan dunia saja. Akan tetapi urusan didepan mata telah siap menanti. Allah mengkualifikasikan kematian hambaNya menjadi beberapa tipe, karena pada saat itu manusia berada diantara dua jalan, jalan kebahagiaan dan jalan kesengsaraan. Baginya kepastian nasib baik ataupun nasib buruk dan kepastian berita gembira kebahagiaan atau berita duka kesengsaraan.
Kematian adalah awal derita menginjak kehidupan selanjutnya. Kematian hanyalah tumpuan awal untuk meloncat lebih tinggi kealam akherat. Jika tumpuan sudah dipersiapkan sejak awal dan kuat maka akan tertera dalam kemampuan diri untuk meraih sebuah tujuan yang paling tinggi nilainya yakni syurga.
Sebaliknya, jika diawalnya tumpuan itu lemah dan tidak kuat menopang tubuh karena terlalu berat dengan dosa-dosa yang membebaninya, maka loncatanpun tidak akan mencapai maksimal dan kemungkinan besar akan terjatuh sebelum sampai tujuan.
Dengan demikian, dalam persiapan pencapaian menuju tujuan yang diinginkan tidakllah sulit. Kata kunci yang harus dipatrikan dalam hati manusia adalah keyakinan dan ketaqwaan, dengan keyakinan itu kita bisa mengetahui bahwa disini kita hanyalah menempati alam sementara , tempat tinggalnya dibumi adalah kafilah berlalu. Semua akan musnah dan hancur. Jiwa yang telah lepas dari jasadnya tidak lagi dapat dikatakan bersifat memiliki kehendak untuk berbuat keshalihan ataupun ketaqwaan. Status yang disandangnya bukan lagi sebagai mukallaf (yakni hamba yang berkewajiban menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya).
Sebelum menginjak ke kehidupan akherat, tahap yang dijalani manusia melewati sebuah proses masuknya kepintu gerbang menuju akherat. Proses itu disebut dengan sakaratul maut. Sakaratul maut berati kesulitan dan kesukaran maut. Kata sakar adalah suatu keadaan yang menghalangi antara seseorang dengan akalnya. Jika saat maut menghampiri manusia, ia akan mengharap kembali kedunia. Akan tetapi bagi orang yang mukmin, jika dia didatangi malaikat maut sambil membawa berita gembira dari Allah, maka orang mukmin itu akan tampak senang dan gembira pada saat sakaratul maut.
Saudaraku, apa yang ada dibenak antum ketika mendengar kata alam kubur? Banyak orang melihat alam kubur dari sisi luarnya saja. Yang ada hanyalah kesunyian, gelap dan mungkin misterius sehingga mengerikan bulu kuduk mereka. Proses terjadinya kematian adalah turunnya malaikat pada saat sakarat. Setiap manusia saat meregang nyawa mengalami sakaratul maut ,sebagaimana dijelaskan dalam surat Al-Qaf ayat sembilan belas.
#(Artinya):” Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari darinya.” (QS:Qaf:19)
Saat datangnya malaikat maut, setiap manusia akan memunculkan ekspersi yang berbeda-beda ketika malaikat telah datang menjemputnya. Tidak sedikit orang yang mengalami kesakitan saat dicabutnya roh. Dan banyak pula orang yang mengalami kemudahan dalam dicabutnya roh karena latar belakang yang mendukung.
Hanyalah orang-orang yang taubat dan beramal shaleh dalam sepanjang hidupnya. Disebut dalam sebuah riwayat,bahwa jika seorang itu nazak, mulutnya terkonci dan 4(empat)malaikat akan masuk kedalam jasadnya:
# Malaikat pertama. Masuk memberi salam sambil berkata:” Aku adalah yang diserahi rezekimu yang telah aku usahakan dari Timur dan Barat. Maka aku tidak mendapat sesuap dari rezekimu jika kamu sudah tiba saat utnuk mati.
# Malaikat kedua. Masuk dengan mengucapkan salam dan berkata:” Akulah yang diserahi minumanmu, dari air atau lainnya. Aku mencari dalam bumi ditimur hingga ke Barat. Maka tidaklah aku dapati seteguk air untukmu ketika dekatnya saat mati.
# Malaikat ketiga.masuk dan mengucapkan salam lalu berkata:” Aku yang diserahi nafas-nafasmu. Aku mencari dari bumi Timur dan Barat maka tidak aku dapati satu nafas dari nafas-nafasmu.”
# Malaikat keempat.masuk dan mengucapkan salam sambil berkata:” Aku yang diserahi dengan ajalmu, aku mencari dibumi Timur dan Barat. Maka tidak aku temui bagimu ajal walaupun satu detik.”
Seterusnya malaikat Katibin masuk dari arah kanan dan kiri. Malaikat sebelah kanan berkata:” Keselamatan bagimu, aku adalah yang diserahi amal kebajikanmu.” Maka keluarlah lembaran yang putih dan diberikan kepadanya seraya berkata:” Lihatlah kepada amalmu.” Ketika ini dia rasa gembira dan riang. Malaikat sebelah kiri pula berkata:” Keselamatan bagimu akulah yang diserahi amal kejahatanmu.” Maka keluarlah lembaran yang hitam dan diberikan kepadanya sambil berkata:” Lihatlah kepadanya.” Ketika itu keringatnya mulai mengalir…
Ketika hamba tadi berpusing kekiri dan kekanan untuk membaca lembaran, malaikat memegang lembaran itu dan mencampakknya kebantal kemudian ia kembali semula. Setelah itu ia datang pula malaikat maut. Disebelah kanannya malaikat Rahmat dan malaikat Adzab disebelah kiri. Apabila roh itu sudah sampai kekerongkongan maka malaikat maut mencabutnya. Jika termasuk orang bahagia, malaikat Rahmat akan memanggilnya, sementara jika termasuk kategori orang celaka, ia akan dipanggil oleh malaikat Adzab. Lalu malaikat membawa roh naik menghadap Allah SWT. Jika ia termasuk golongan yang beruntung, maka Allah berfirman kepadanya:” Kembalilah kamu segera kejasadmu, sehingga ia melihat apa yang ada pada tubuhnya.”
Kemudian para malaikat membawa roh tersebut kedunia, mereka meletakkan ketengah rumah. Roh itu melihat siapa siapa yang bersedih dan siapa-siapa yang tidak. Sidang pembaca, setelah manusia menemui ajalnya lalu dibawanya kekuburan dengan pakaian khas pocong. Sekali lagi penulis mengingatkan seperti dikatakan diatas bahwa kematian adalah derita menginjak selanjutnya. Dan hakikat kematian adalah kembalinya kesisi Allah SWT dan keluar dari kehidupan dunia untuk memasuki kehidupan lain.
Ya! Kematian bukan sekedar hilangnya jasad manusia yang biasa kita lihat sehari-hari, namun punahnya kemampuan beraktifitas dan lenyapnya kehidupan fisik diplanet bumi ini.
# Renungkan Firman Allah SWT berikut ini:
(Artinya):” Dialah yang menciptakan kamu dari tanah, sesudah itu ditentukan ajal (kematianmu) dan ada lagi suatu ajal yang ada pada sisiNya (Yang dia sendirilah mengetahuinya).Kemudian kamu masih ragu-ragu (tentang berbangkit itu.” (QS:Al-An`am:2)
Sampai disini saya akhiri tulisan ini, terima kasih atas segala perhatian, mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Jumpa lagi kita insya Allah dengan tulisan saya yang lain. Wa afwa minkum wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
…
# Bahan-bahan (materi) diambil dan dikutip dari buku: Kenikmatan Alam Kubur Oleh: Abdurrahman Busyairi.#
…
# Artikel religius ini dapat anda temukan pada website:www:Hajisunaryo.com#
…