“MENGAPA PADA SAAT MENJELANG AJAL AMAT JARANG ORANG YANG MAMPU MENGUCAPKAN KALIMAT TAUHID?”

Assalamualaikum sidang pembaca, apa khabar? Alhamdulillah jumpa lagi kita (lewat tulisan) sesuai judul tersebut diatas, semoga bermanfaat, menyejukkan, mendapat tempat disetiap relung hati sidang pembaca dan yang utama sebagai sarana syiar dakwah nilai-nilai Islam kian dapat tersebarluaskan.

Puja dan puji syukur kita panjatkan kehadirat Illahi Rabbi, Tuhan seru sekalian alam, Dia pencipta langit dan bumi, Dia penguasa tunggal dihari pembalasan nanti. Dia itu maha Dzat, yaitu Allah SWT atas karunia serta inayahNya kepada kita semua sehingga sampai saat ini kita tetap istiqomah dan mampu membuat hidup ini lebih berarti.
Shalawat serta salam kita mohonkan semoga tercurah kepada junjungan kita, junjungan umat, Nabi termulia, Rasul paling agung, yaitu Baginda Nabi besar Muhammad SAW beserta keluarganya beserta para Sahabatnya.
Saudaraku sesama muslim, muslimat penulis Syarh kitab aqiqah ath thahawiyah yaitu Ibnu Abi-Al-Izz Al-Hanafi berkata:” Berita-berita yang berasal dari Rasulullah SAW tentang adanya siksa kubur dan kenikmatannya bagi orang yang memang berhak mendapatkannya, dan juga tentang pertanyaan dua malaikat benar-benar mutawatir sehingga wajib untuk meyakini dan mengimaninya tanpa membicarakan kaifiyahnya bagaiman. Sebab memang tidak ada hak bagi akal untuk mengetahui hakikatnya, karena tidak pernah dikenal pada kehidupan dunia ini.” Demikian Ibnu Abi-Al-Izz Al-Hanafi:
Saudaraku, sidang pembaca yang cinta kepada tulisan bernafaskan Islam. Syariat tidak datang dengan membawa sesuatu yang tidak bisa diterima oleh akal, tetapi terkadang datang dengan membawa sesuatu yang membuat bingung akal. Dalam penegasan tentang adanya siksa kubur dan kenikmatannya,kalangan ahlussunnah merujuk kepada keterangan keterangan tekstual yang bersumber pada Al-Qur`an dan As-Sunnah.


# Yang bersumber dari Al-Qur`an ialah surat Al-Mukmin (Ghafir) ayat empat puluh lima seperti berikut:
* Allah SWT berfirman:
(Artinya):” Maka Allah memeliharanya dari kejahatan tipu daya mereka dan Fir`aun beserta kaumnya dikepung oleh adzab yang buruk. Kepada mereka dinampakkan Neraka pada pagi dan petang hari dan hari terjadinya Kiamat (Dikatakan kepada malaikat):” Masukkanlah Fir`aun dan kaumnya kedalam adzab yang sangat keras.” (QS:Al-Mukmin (ghafir):45-46)


Saudaraku Allah SWT menyampaikan berita kepada mereka, bahwa mereka kelak akan disiksa pada hari Kiamat jauh lebih keras daripada siksaan mereka terdahulu yaitu ketika mereka didalam kubur,secara pasti. Alasannya, sebagian mereka telah mati dan tidak merasakan siksaan didunia, maka ini berarti menunjukkan adanya siksa kubur.


# Firman Allah SWT:
*(Artinya):” Maka biarkanlah mereka hingga mereka menemui hari (yang dijanjikan kepada) mereka yang pada hari itu dibinasakan, (yaitu) hari ketika tidak berguna bagi mereka sedikitpun tipu daya mereka dan mereka tidak ditolong. Dan sesungguhnya untuk orang-orang yang dzalim ada adzab selain itu. Tetapi kebanyakan dari mereka tidak mengetahui.” (QS:Ath-Thuur:45-47)


# Didalam Hadistnya, Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa sebaik-baiknya sikap pada waktu (saat) menjelang ajal, pada saat roh ditarik oleh Malaikat maut, adalah ingat kepada Allah dengan mengucapkan kalimat : Laa Ilaha Ilallah. Namun sidang pembaca, pada kenyataannya amat jarang orang yang mampu mengucapkan kalimat tauhid ini. Mengapa? Jawabnya: Menurut para ahli haqeqat,pada saat orang sakaratul maut yaitu roh sudah sampai ditenggorokan. Maka ingatan, akal dan ilmu akan hilang, yang berfungsi hanya alam bawah sadarnya saja. Pada saat kritis ini syetan berusaha sekuat-kuatnya dengan berbagai cara mengacaukan alam bawah sadarnya untuk menghilangkan setrom-setrom memory otaknya yang berkenan pengalaman-pengalaman ibadah orang tersebut dikala masih sehat normal sehingga orang ini tidak mampu mengucapkan kalimat tauhid. Macam-macam cara syetan mengacaukan alam bawah sadar kita saat sakaratul maut, bisa menjelma sebagai makhluk yang menakutkan. Semua cara siasat syetan ini hanya mempunyai satu tujuan yaitu agar orang yang sedang sakarat itu terlena atau takut sehingga pada akhirnya orang itu lupa akan Allah.


Dalam hal ini Rasulullah SAW memberi petunjuk dengan sabdanya:
(Artinya):” Talkinkan olehmu orang yang sedang dalam sakaratul maut itu, dengan mengucapkan Laa illaha illallah, orang yang mengakhiri perkataan itu dengan syahadat, maka dia akan dimasukkan kedalam syurga..(Al-Hadist)
Kembali sebuah pertanyaan, yaitu bagaimana semestinya (upaya) kita agar kita (seseorang) itu dapat mengatasi godaan syetan pada saat sakaratul maut dan mampu mengucapkan kalimat tauhid? Jawabnya: Hanya ada satu cara, yaitu membangun dan memupuk rasa cinta yang mendalam kepada Allah SWT.
Karena sesuatu yang dicintai, karena apa yang dicintai, karena apa yang menjadi kerinduan siang dan malam, maka itulah yang akan teringat oleh kita pada waktu nafas terakhir, yang mana terekam dalam alam bawah sadar otak kita, setrom memory akan menjadi dahsyat dan bisa mengalahkan upaya intervensi distorsi dari syetan.
Sekali lagi, ditegaskan bahwa dalam keadaan sakarat akal akan beku. Sedangkan alam bawah sadar hanya mampu membuka semua memory yang hanya terbatas pada hal-hal yang dicintainya saja dimasa orang tersebut masih normal.


Bayangkan saja apabila ia (seseorang) hanya melulu cinta kepada harta, dunia, istri atau suami, anak dan tanpa membesarkan cintanya kepada Allah SWT tentu rasa cinta mustahil menumpuk dan muncul dalam waktu yang sekejab saja, sehingga mustahil juga rasa cinta kepada Allah itu dapat muncul seketika saat kita sakaratul maut.
Ya! Bayangkan pada saat akal sedang kacau dan syetan sedang kuat-kuatnya melakukan serangan blokade alam bawah sadar sicalon mayat tersebut, belum lagi sicalon mayat ini sedang menanggung rasa sakit luar biasa seperti ditusuk 300 (tiga ratus) tusukan pedang. (Sesuai sabda Rasul, memang rasa sakit sakaratul maut seperti itu)
Jadi, jelaslah sudah bahwa untuk menumpuk dan membangun rasa cinta kepada Allah SWT harus dilakukan sepanjang hidup, sepanjang hari. Ya! lewati hari-hari dengan meningkatkan kemampuan dzikir (Dzikirullah). Basahi bibir (lidah) kita dengan dzikirullah. Dengan cara inilah nanti setrom memory cinta Allah dalam alam bawah sadar kita akan dahsyat.mampu melawan upaya distorsi blokade syetan. Subhanallah! Subhanallah wal hamdulillah laa ilaha illallahu Allahu Akbar. Laa ilaha illallah wahdahu laa syarikalahu lahul mulku walahul hamdu wahuwa ala kulli sya`iin qodir.
Saudaraku, sesama muslim, muslimat sampai disini saya sudahi dahulu tulisan (religius) ini, terima kasih atas segala perhatian, mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Jumpa lagi kita, insya Allah dikesempatan lain tentu saja dengan tulisan saya yang lain.Wa afwa minkum wassalamulaikum warahmatullahi wabarakatuh.



# Bahan-bahan (materi) diambil dan dikutip dari buku: Kenikmatan Alam Kubur Oleh:Abdurrahman Busyairi. Penerbit: Lintas Media.#



# Artikel religius ini dapat anda temukan pada website:www:Hajisunaryo.com#

 

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.