Assalamualaikum wr.wb. Bismillahirrahmaanirrahim. Allahumma shalli wassalim Sayyidina Muhammad. Senang dapat berjumpa kembali (lewat tulisan) dengan antum pembaca. Apa khabar? Ya! Kali ini materi kita, sesuai judul tulisan (religius) ini tersebut diatas. Semoga mendapat tempat dihati pembaca, menyejukkan, menjadi sebagai tambahan ilmu, menambah wawasan, dan sebagai sarana syiar dakwah penulis berharap nilai-nilai Islam dan nilai-nilai iman akan kian dapat tersebarluaskan.
Kita ucapkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah begitu banyak memberikan rezeki kepada kita,rezeki berupa nikmat iman, nikmat Islam, nikmat sehat wal`afiat, nikmat panjang umur dan banyak lagi nikmat-nikmat lainnya. Ya! Begitu banyaknya, saking banyaknya nikmat yang diberikanNya kepada kita sampai-sampai kita tidak sanggup menghitungnya dan memang kita tidak akan pernah mampu untuk menghitungnya. Subhanallah!, Alhamdulillah, Allahu akbar. Allah maha besar dan tidak ada sekutu bagiNya. Kemudian shalawat serta salam kita mohonkan semoga tetap tercurah kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya, beserta para Sahabatnya.
Saudaraku, pengertian Adzan adalah: Pemberitahuan atau panggilan untuk melaksanakan shalat fardhu yang lima waktu. Sementara orang yang menyeru disebut Bilal (Muadzin)
# Rasulullah SAW bersabda:
(Artinya):” Siapa yang beradzan shalat lima waktu dengan iman dan mengharapkan pahala Allah, maka ia diampuni dosanya yang telah lalu.” (HR:Baihaqi)
# Dosa-dosa yang diampuni dalam Hadist ini adalah dosa kecil Hadist dari Abu Hurairah ra yang diriwayatkan oleh Imam Baihaqi ini adalah dengan isnad dhoif
# Rasulullah SAW bersabda:
(Artinya):” Siapa yang beradzan untuk shalat selama tujuh tahun karena mengharap keridhoan Allah (tanpa menuntut bayaran) maka Allah menetapkan baginya terbebas dari Neraka.” (HR:Turmidzi dan Ibnu Majah)
# Dan Rasulullah SAW bersabda:
(Artinya):” Siapa beradzan selama dua belas tahun (dengan ikhlas karena Allah), maka baginya wajib masuk Syurga.” (HR:Ibnu Majah dan Al-Hakim)
# Nabi Muhammad SAW bersabda:
(Artinya):” Tiga golongan manusia Allah SWT menjaga mereka dari siksa kubur yaitu: Orang yang mati syahid, juru adzan dan orang yang mati pada hari Jum`at dan malam jum`at.” (Al-Hadist)
# Mati syahid itu ada yang syahid diakherat saja, yaitu seperti orang yang mati teraniaya, atau mati terkejut, umpama mati karena terkena penyakit kolera, mati tenggelam, mati tertimpa oleh sesuatu, mati terbakar, mati dalam belajar agama Allah sekalipun berada diatas tempat tidurnya dan pengertian mati syahid itu bagi mereka hidup disisi Allah dan mereka diberi rezeki.
Ada yang syahid dunia dan akherat yaitu mati dengan sebab memerangi orang-orang musyrik untuk meninggikan (menegakkan) agama Allah, tidak karena pamer dan popularitas dan syahid dunia saja yaitu orang yang mati dalam peperangan melawan orang-orang kafir, akan tetapi bukan karena untuk mencari keridhoan syara`, hanya karena sebab-sebab lain karena kemegahan, pamer, dan popularitas.
# Yang kedua, juru adzan yang benar-benar mencari keridhoan Allah semata, tidak untuk mengharapkan upah bayaran dari seorangpun.
# Dan ketiganya yaitu orang yang mati pada hari dan malam Jum`at sebagian Ulama berkata:” Orang -orang mukmin yang mati pada siang hari jum`at atau malamnya jika ia disiksa maka siksanya satu saat saja lalu terputus dan tidak kembali sampai hari Kiamat demikian pula menghimpitnya kubur. Allah maha mengetahui. (Dikutip dari Tanqihul Qaul)
# Nabi Muhammad SAW bersabda:
(Artinya):” Andaikatapara manusia mengetahui keutamaan adzan dan (berjamaah) dibarisan terdepan. Kemudian mereka tidak mendapatkan melainkan harus berundi niscaya mereka mencari undi. Dan kalau mereka tahu keutamaan berpagi-pagi untuk shalat, maka niscaya mereka berebut untuk mendatanginya.
Lalu andaikata mereka mengetahui keutamaan berjamaah shalat isya dan subuh maka niscaya mereka mendatanginya sekalipun dengan merangkak.” (HR:Malik, Ahmad, Bukhari, Muslim, Nasai, dan Abu Daud)
# Imam Nawawi mengatakan dalam kitab Al-Adzkar: Diriwayatkan kepadaku dari Anas ia berkata, Rasulullah SAW bersabda:” Tidak akan ditolak do`a antara dua adzan dan iqomat.” (HR:Abu Daud, Turmidzi, Nasai, dan Ibnu Sunny)
# Turmidzi menambahkan dalam riwayatnya: Mereka berkata:” Maka bagaimana kami memohon ya Rasulullah? Beliau bersabda:” Mohonlah kesehatan kepada Allah didunia dan diakherat. (HR:Turmidzi)
# Nabi Muhammad SAW bersabda:
(Artinya):” Siapa mendengar panggilan Adzan lalu ia mengecup kedua ibu jarinya dan meletakkannya pada kedua matanya sambil membaca:” Marhaban bidzikrillah Ta`ala Qur`atu A`yunina Bikaya Rasulullah. Maka saya memberikan syafaat kepadanya pada hari Kiamat dan penuntunnya kesyurga.” (Al-Hadist)
# Dan Rasulullah SAW bersabda:
(Artinya):” Siapa yang membaca ketika adzan: Marhaban Billqaailiin`adlan, marhaban Bis shalawati wa ahlan. Maka Allah Ta`ala menulis baginya seribu kebaikan dan menghapus daripadanya seribu kejelekkan serta mengangkat baginya seribu derajat.” (Al-Hadist)
# Dan bersabda Rasulullah SAW
(Artinya):” Siapa mendengar Adzan tetapi tidak mau menjawab (mengucap) seperti apa yang diucapkan muadzin, maka ia tercegah dari sujud pada hari Kiamat ketika pada juru Adzan bersujud.” (Al-Hadist)
# Dan diriwayatkan bahwasanya Nabi SAW bersabda
(Artinya):” Apabila kamu semua mendengar panggilan Adzan, maka ucapkanlah seperti apa yang diucapkan oleh muadzin.” (HR:Malik, Ahmad, Abu Daud, Turmidzi, Nasai, dan Ibnu Majah)
# Sementara Al-Manawi berkata:” Menjawab muadzin itu disunatkan dan satu pendapat adalah wajib.”
# Imam An-Nawawi mengatakan dalam Al-Adzkar: Jika seseorang mendengar muadzin dan orang qomat dimana ia sedang shalat, maka ia tidak perlu menjawabnya dalam shalat. Kemudian jika ia sudah bersalam, maka menjawablah sebagaimana orang yang tidak sedang shalat menjawabnya. Kalau ia menjawabnya dalam shalat maka makruh dan tidak batal shalatnya. Demikian pula orang yang mendengarnya sedang ia berada dikakus (WC) maka ia tidak diperintahkan menjawabnya seketika itu, lalu ia sudah keluar supaya menjawabnya. Adapun jika ia sedang membaca Al-Qur`an atau tasbih, atau membaca Hadist, maka hentikanlah semua itu dan menjawab muadzin. Kemudian membacanya lagi karena menjawab itu dapat kehabisan waktu jika dalam menjawab mengikuti bacaab muadzin sampai selesai, sedangkan membaca hal-hal tersebut tidak akan kehabisan waktu.
# Nabi Muhammad SAW bersabda:
(Artinya):” Tiga golongan manusia berada dibawah `Arasy pada suatu hari dimana tidak ada naungan kecuali naungan Allah, yaitu: Penguasa yang adil, juru Adzan yang menjaga waktu, dan Pembaca Al-Qur`an yang setiap malam (tidak kurang) dari dua ratus ayat.” (Al-Hadist)
# Imam yang adil Maksudnya adalah penguasa yang adil terhadap rakyat yang dikuasainya dalam kekuasaan pemerintahannya
# Juru Adzan yang menjaga waktu maksudnya muadzin yang memelihara waktu . Syaikh Abdul Jaelani berkata:” Seorang muadzin wajib menjaga dari salah baca dalam dua kalimat syahadat, ia juga harus bijak dan arif terhadap waktu-waktu, jangan beradzan kecuali setelah masuk waktu shalat selain waktu fajar secara khusus. Dalam beradzan hendaknya mengharapkan keridhaan Allah Ta`ala semata, jangan meminta balasan, mukanya hendaknya menghadap kiblat pada waktu mengucapkan kalimat takbir dan dua kalimat syahadat. Lalu memalingkan mukanya kekanan dan kekiri ketika menyeru untuk shalat. Apabila Adzan untuk shalat Maghrib maka duduklah antara dua Adzan dan iqamat dengan duduk ringan. Dan dibenci bagi orang yang beradzan dalam keadaan junub dan Hadast.
# Dan pembaca Al-Qur`an yang membaca setiap malam tidak kurang dari dua ratus ayat. Syaikh Abdul Qodir Jaelani ra berkata:” Disunahkan sebelum tidur membaca tiga ratus ayat, agar termasuk golongan orang-orang yang hali beribadah dan tidak termasuk orang-orang yang lalai. Maka bacalah surat Al-Furq`an dan As-Syuara, karena keduanya mengandung tiga ratus ayat. Jika tidak dapat maka bacalah surat Al-Waqiah, Nun, Al-Haqqah, Al Waaqi yakni Sa`ala saailum bi adzaabiwwaqi serta surat Al-Muddatsir. Jika tidak dapat melakukan dengan baik dari surat-surat itu maka bacalah surat Al-Thariq sampai penghabisan Al-Qur`an karena ada tiga ratus ayat. Apabila mau membaca sekitar seribu ayat maka lebih baik baginya dan memperoleh faedah yang lebih sempurna.
Baginya ditetapkan pahala yang banyak dan ditetapkan termasuk golongan orang yang taat, yaitu mulai surat Tabarak (Al-Mulk) sampai penghabisan Al-Qur`an. Jika tidak dapat baik membacanya maka bacalah surat Al-Ikhlas sebanyak dua ratus lima puluh kali, karena seluruhnya terkumpul menjadi seribu ayat, hal itu kalau disertai Basmallah. Dan sebaliknya jangan meninggalkan membaca empat Surat pada setiap malam yaitu: Alif Lam Mim Tanzi As-Sajdah, surat Yasin, Haa mim Ad Dukhan dan Tabarak. Jika membacanya disertai surat Al-Muzzamil dan Al-Waqiah maka ia adalah lebih baik adalah Nabi SAW tidak tidur sehingga beliau membaca surat As-Sajdah dan Tabarak (Al-Mulk) dalam warta yang lain, sehingga beliau membaca surat Bani Israil dan Az-Zumar. Dan dalam membaca Al-Musabbahat karena dikatakan didalamnya terdapat ayat yang lebih utama daripada 100.000 (Seratus ribu) ayat.
Sidang pembaca sampai disini saya sudahi tulisan (religius) ini. Terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Jumpa lagi kita insya Allah dikesempatan lain tentu saja dengan tulisan saya yang lain. Waafwa minkum wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
…
# Bahan-bahan (Materi) diambil dan dikutip dari buku: Terjemah Tanqihul Qaul Oleh: Syaikh Muhammad Nawawi Bin Umar Al-Jawi#
…
# Artikel (Religius) ini dapat anda temukan pada website:www:Hajisunaryo.com#
…