Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Bismillahirrahmaanirrahim. Allahumma shalli wassalim Sayyidina Muhammad. Saudaraku Alhamdulillah, puja dan puji syukur terhaturkan kehadirat Allah SWT atas segala nikmat dan karunia serta hidayahNya kepada kita. Nikmat berupa kesehatan, panjang umur sehingga sampai saat ini kita mampu berkarya (menulis artikel religius) membacanya kemudian mengamalkannya.
Shalawat serta salam semoga tercurahkan kepada junjungan kita, junjungan umat, Nabi termulia, Rasul paling agung yaitu Baginda Nabi Besar Muhammad SAW beserta keluarganya beserta para Sahabatnya.
Saudaraku sesama muslim muslimat membaca judul artikel (religius) ini tersebut diatas, saya jadi teringat akan perkataan orang berilmu (imam besar) Iglimah dan Al-Aswad yang meriwayatkan dari Abdullah bin Mas`ud ra bahwa Rasulullah SAW bersabda, yang artinya:” Dalam Al-Qur`an ada dua ayat yang kalau dibaca seseorang, Allah SWT pasti mengampuni dosa apapun yang dilakukannya.”
# Pertama surat Al-Imran ayat 135 yang artinya:” Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. (QS:Al-Imran:135)
# Kedua, FirmanNya dalam suarat An-Nisa ayat 110 yang artinya:” Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah maha pengampun lagi maha penyayang.” (QS:An-NIsa:110)
Saudaraku, bukankah sebagai manusia kita tidak luput dari yang namanya dosa? Ya! Didalam hidup keseharian kita, sesungguhnyalah kita tidak terlepas dari yang namanya kesalahan. Kesalahan omong (bicara), kesalahan berbuat (melakukan sesuatu) salah niat bahkan tidak mustahil kita melakukan (baik yang sengaja ataupun tidak) kesalahan didalam melaksanakan ibadah. Misalnya didalam shalat, membaca Al-Qur`an , dzikir, dan lain sebagainya. Bukankah kesemua kesalahan-kesalahan ini bagi kita ada sangsinya dan sangsi itu adalah dosa namanya?
Saudaraku, sebagai insan beriman yang notabene mengaji kita tidak menjadi dibuat cemas berkepanjangan karena dihantui perasaan dosa itu. Orang yang senantiasa hadir pada setiap majelis taklim (majelis dzikir, majelis mudzakaroh) akan tahu (mengerti) apa yang akan dilakukan
Karena didalam setiap kita hadir dimajelis majelis ilmu yang tersebut kita (tentunya) mendapat pelajaran (berbagai macam ilmu setentang arti hidup dan kehidupan) yang sedang kita jalankan ini yaitu bagaimana menanggapi, menyikapi mengarahkan, menempatkan atau mengantisipasi sekaligus solusi atas sebuah masalah. Berbahagialah orang yang mengaji. Bukankah mengaji (menuntut ilmu) itu hukumnya wajib?
Saudaraku, setentang thalabul ilmi bahkan malaikatpun sampai menghamparkan sayap-sayapnya karena senang kepada orang yang menuntut ilmu. Perhatikan Hadist yang dikutip dari buku 301 Hadist Pilihan riwayat Imam Bukhari, muslim judul asli Ikhtartu laka min Aquwaalirrasuul SAW seperti berikut:” Maa min khoorijin min baitihi fii tholabul ilmi illa wadlo`at lahul malaa` ikatu ajnihatahaa ridlan bimaa shona`a (HR. Bukhari Muslim)
Artinya:” Tak seorangpun yang keluar dari rumahnya untuk mencari ilmu, melainkan malaikat akan menghamparkan sayap-sayapnya karena sangat senang akan apa yang dilakukannya.” (HR. Bukhari Muslim)
Sementara imam Al-Ghazali sang hujjatul Islam (pengarang kitab-kitab terkenal antara lain: Ihya ullumuddin) berkata:” Seorang hamba itu hidup antara dosa dan nikmat. Tak ada cara yang lebih baik dalam menyikapi keduanya selain dari istigfar dan pujian. Sedangkan Imam Qatadah (yang dikutip dari buku: Terapi dengan dzikir, mengusir kegelisahan& merengkuh ketenangan jiwa. Oleh:Dr Abdul Halim Mahmud hal.90) berkata:” Al-Qur`an menunjukkan kepada kalian penyakit dan obatnya. Penyakitnya adalah dosa dan obatnya adalah istighfar (memohon ampunan).”
Sementara junjungan kita, junjungan umat yaitu Nabi Muhammad SAW bersabda
#(Artinya):” Maukah aku tunjukkan tentang penyakitmu dan obatnya? Sesungguhnya penyakitmu itu adalah dosa dan obatnya adalah istigfar.” (HR:Dailami)
Saudaraku, didalam sebuah riwayat dijelaskan bahwa:” Iman itu telanjang pakaiannya adalah taqwa, perhiasannya adalah malu, dan buahnya adalah ilmu.” (Al-Hadist)
Sekarang kita simak dua buah Hadist (Dikutip dari buku 301 Hadist pilihan Oleh:Thoha AASYUR Hal:31& Hal 32) setentang tobat dan ampunan Allah SWT sebagai berikut:
(Artinya):” Sesungguhnya Allah SWT membuka kesempatan bertobat pada malam hari bagi orang yang mengerjakan kejahatan pada siang hari. Dan membuka kesempatan bertaubat pada siang hari bagi orang-orang yang mengerjakan dosa (kejahatan) pada malam hari semenjak matahari terbit sampai terbenam.” (Al-Hadist)
# Kemudian Hadist berikut ini:
(Artinya):” Orang yang bertobat mengerjakan dosa, seperti yang tak berdosa. Dan orang yang memohon ampun dari dosa, tetapi masih juga mengerjakannya, berarti mengejek Tuhannya.” (Al-Hadist)
Saudaraku terdapat keterangan didalam kitab bahwa untuk membersihkan dosa (hati yang berkarat, hitam) perbanyak membaca shalawat Nabi SAW dan untuk membersihkan hati yang kotor perbanyak membaca istighfar. Sementara sodakoh yang paling utama ialah: Orang yang belajar ilmu dan mendpat ilmu itu lalu diajarkan lagi kepada orang lain.
Berbicara tentang istighfar, tahukah antum kalau Rasulullah SAW setiap hari mengucapkan istighfar sebanyak 70 kali bahkan didalam Hadist yang lain setiap hari sebanyak 100 kali. Subhanallah! Padahal kita tahu baliau (Nabi SAW) ma`shum dari dosa. Sidang pembaca, kalau Rasul yang ma`shum dari dosa saja beristighfar sampai 100 kali setiap harinya. Lalu bagaimana dengan kita yang setiap saat dan waktu bergelimang dosa? Yuk! Kita perhatikan dua buah Hadist berikut ini:
# Dari Abu Hurairah ra diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:
(Artinya):” Sungguh dalam sehari aku beristigfhar dan memohon ampun pada Allah lebih dari tujuh puluh kali.” (HR:Bukhari)
# Dan Hadist riwayat Imam Muslim, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda:
(Artinya):” Wahai sekalian manusia bertobatlah kepada Allah dan mintalah ampunanNya. Karena aku bertobat dan memohon ampun seratus kali dalam sehari.” (HR:Muslim)
Sidang pembaca, Rasulullah SAW sendiri bersabda:” Aku adalah Nabi tobat.” Makna sabda Rasulullah yang berbunyi:” Aku adalah Nabi tobat, adalah :” Aku merupakan Nabi yang diutus guna menyampaikan cara yang harus ditempuh manusia dalam upaya mengeluarkan syetan dari dalam hati. Kemudian mengisinya dengan kedamaian dan hikmah. Sehingga ia mendapatkan cinta Allah yang diberikan kepada hambaNya yang bertobat.”
Rasulullah SAW bertobat bukan untuk membersihkan diri dari dosa dan nista. Beliau (Nabi SAW) adalah manusia suci yang terpelihara dari kesalahan. (ma`shum dari dosa). Tobatnya bukan tobat memperbaiki kelalaian, sebab Allah sudah menjamin kebersihannya. Tobat yang Nabi SAW lakukan adalah tobat ibadah. Karena Rasulullah SAW ingin agar dirinya termasuk dalam golongan yang digambarkan Allah melalui FirmanNya:” Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS:Al-Baqarah:222)
Ya! Orang-orang yang mensucikan diri adalah orang yang senantiasa bertobat. Sekarang zaman sudah seperti ini. Dimana-mana sudah sangat banyak orang sakit, baik itu sakit fisik maupun sakit jiwa. Baik itu sakit jiwa sebenarnya, ataupun sakit jiwa dengan tanda kutip. Betapa tidak. lihat tontonan (tayangan) televisi (TV) hampir semua channel mempertontonkan orang laki yang berpakaian perempuan atau sebaliknya atau orang laki berbusana laki tetapi perangai, perilaku, cara berbicara, cara bergaya dibuat seperti perempuan. Berlenggak-lenggok bergoyang pinggul seperti perempuan. Nauzubillah minzalik! Menjijikkan.
Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Seperti yang penulis katakan tersebut diatas bahwa sesuai dengan Hadist yang diriwayatkan oleh Imam Dailami bahwa bersabda Rasulullah SAW:” Maukah aku tunjukkan penyakitmu dan obatnya? Sesungguhnya penyakitmu itu adalah perbuatan dosa dan obatnya adalah istighfar.” (HR:Dailami)
# Dan bahwa Imam Qatadah berkata:” Al-Qur`an menunjukkan penyakit dan obat pada kailan. Penyakitnya adalah dosa sedangkan obatnya adalah istighfar.”
Tentunya kita tidak ingin ketularan penyakit (baik itu penyakit beneran ataupun penyakit dengan menggunakan tanda kutip bukan?) Hayo saudaraku, mau tunggu apalagi? Sekarang juga kita perbanyak mengucap istighfar dengan hati yang tulus agar kita terhindar dari ketularan penyakit yang tengah melanda saat ini.
#Rasulullah SAW didalam sebuah Hadist yang diriwayatkan oleh Abu Daud, An-Nasa`i dan Ibnu Majah Al-Hakim serta Imam Al-Baihaqi pernah bersabda:” Barangsiapa sering membaca istighfar, Allah akan menepis kesusahan, menunjukkan jalan keluar setiap tertimpa kesulitan serta memberinya rezeki yang tidak disangka-sangka.” (Al-Hadist)
Saudaraku, Hadist diatas sejalan dengan Firman Allah SWT
(Artinya):” Mohon ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah maha pengampun, Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat. Dan membanyakkan harta dan anak-anakmu dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula didalamnya ) untukmu sungai-sungai.” (QS:Nuh:10-12)
Akhir dari tulisan ini, ingin saya menyampaikan kepada sidang pembaca Sayyidul Istighfar (induk istighfar) sebagaimana diajarkan oleh Rasulullah SAW:“Allahumma anta rabbi laa ilaha illa anta kholaqtani wa ana ‘abduka wa ana ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mastatho’tu a’udzubika min syarri ma shona’tu abu-u laka bini’matika ‘alaiyya wa abu-u bidzanbi faghfirli fa innahu laa yaghfirudz-dzunuuba illa anta”
Sampai disini saya sudahi tulisan ini, terima kasih atas segala perhatian, mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Jumpa lagi kita insya Allah dikesempatan lain tentu saja dengan tulisan (artikel) religius saya yang lain. Wa afwa minkum wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
…
# Bahan-bahan (materi) diambil dan dikutip dari buku: Terapi Dengan Dzikir. Mengusir Kegelisahan & Merengkuh Ketenangan Jiwa. Oleh:Dr Abdul Halim Mahmud Dan Buku:301 Hadist Pilihan Oleh:Thoha AASYUR.)
…
# Artikel religius ini dapat anda temukan pada website:www:Hajisunaryo.com#
…