Assalamualaikum wr wb
Bismillahirrahmanirrahiim
Allahumma shali wasalim sayyidina Muhammad. Segala puja dan puji bagi Allah SWT, kita memuji-Nya, memohon pertolongan, ampunan, perlindungan kepada-Nya dari segala bentuk kejahatan diri dan berbagai keburukan perbuatan kita. Tiada sekutu bagi-Nya dan aku bersaksi tidak ada Tuhan Yang patut diibadahi selain Allah semata. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad Rasulullah SAW adalah hamba dan Rasul-Nya. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya beserta para sahabatnya.
Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Kalau kita meneliti fungsi anggota badan kita , ternyata mulut merupakan salah satu anggota badan kita yang terbanyak gunanya dalam berhububungan dengan orang lain. Dengan lisan kita menyampaikan keinginan dan keengganan, menyatakan sakit atau senang. Dengan lisan dapat menarik perhatian orang, hingga mereka mencintai kita . Akan tetapi dengan lisan pula kita dapat dibenci orang. Dengan lisan kita dapat memberikan ilmu kepada orang lain dan dengan lisan pula kita bisa menerima ilmu dari orang lain. Melalui lisan kita dapat memberi pesan kepada orang lain dan melalui pesan pula kita dapat menerima pesan dari orang lain.
Memang lisan merupakan alat penyampai isi hati. Betapapun kecilnya suara yang yang keluar melalui lisan namun lebih berarti dari suara gong yang menggema. Apalagi di zaman sekarang suara dapat direkam, disebar luaskan dan disimpan lama.
Lain halnya dengan tugas anggota badan lainnya, seperti tangan , kaki , mata dan telinga. Tangan hanya untuk memegang, meraba atau memukul, kaki untuk berjalan atau menendang, mata hanya untuk melihat atau membelalak dan telinga untuk mendengar.
Oleh karena itu, tidaklah salah peribahasa yang menyatakan bahwa : ‘Lisan itu lebih tajam dari pedang’. Kalau orang dipukul, sakitnya dapat sembuh dengan cepat. Akan tetapi orang sakit karena lisan, karena ungkapan , ada kalanya sampai dibawa mati.
Kita berkewajiban memelihara lisan agar jangan sembarangan bicara dan hendaklah kita menggunakannya dengan sebaik-baiknya untuk itu marilah kita perhatikan keterangan ini :
Ada syair sebagai berikut :
” Ungkapan yang hakiki terbenam dalam hati , Namun mulut menjadi petunjuk isi hati. ”
Ulanta berkata : ” Selamanya manusia itu terletak pada pemeliharaan lidahnya. ”
Ungkapan ini menunjukkan bahwa karena lisan orang dapat selamat dan karena lisan pula dapat celaka. Orang dapat selamat karena tidak berbicara sekehendaknya. Untuk berbicara ia pikirkan terlebih dahulu. Orang yang berbicara sekehendaknya mudah celaka sebab terlepas kata dapat tergelincir kepada kekeliruan atau sekurang-kurangnya tidak dihargai orang, bahkan dapat dipermainkan orang lain.
Seperti kata syair : ” Pemuda dapat mati sebab terpeleset lisan, Dan tidak akan mati karena terpeleset kaki. ”
Rasulullah SAW bersabda : ( Artinya ) : ” Barangsiapa yang menjaga perutnya ( dari memakan barang haram ), menjaga kemaluannya ( dari zina ), menjaga lidahnya ( dari perkataan yang tidak benar ) berarti telah menjaga dirinya dari seluruh kejelekan ( maksiat ). ( HR : Dailami ). ( BERSAMBUNG ).
Saudaraku , sidang pembaca yang terhormat. Saya akhiri dulu tulisan religius ini, berjudul sesuai tersebut diatas Bagian Pertama. Kita nantikan penulisan selanjutnya Bagian Kedua pada penerbitan mendatang. Terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Waafwa minkum wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
***
* Bahan-bahan ( materi ) diambil dan dikutip dari buku : HIMPUNAN KHUTBAH. Seri 1. Oleh : H. Moch. Anwar. *
***
* Artikel religius ini dapat anda temukan pada Website kesayangan : Www.hajisunaryo.com *
***
* Artikel religius ini juga dapat anda temukan pada Website :Www.hsunaryo.blogspot.co.id atau Www.hsunaryo.blogspot.com *
***
Categories
Cari Artikel
penggunjung