Sidang pembaca, Assalamualaikum.w.w, apa kabar? Alhamdulillah, jumpa lagi kita (lewat tulisan) sesuai judul artikel (religius) tersebut diatas, semoga bermanfaat, menjadi sebagai tambahan ilmu dan yang paling utama sebagai sarana syiar dakwah nilai-nilai Islam kian dapat tersebar luaskan.
Apa pengertian Tasawuf itu? kata tasawuf diambil dari kata shafa yang berarti bersih. Yaitu bersih hati, pikiran, ucapan dan perbuatan dari segala sifat yang tercela dihadapan Allah SWT.
Pendapat lain mengatakan bahwa kata tasawuf diambil dari kata suf, yang artinya kain yang terbuat dari bulu dan disebut wool. Yaitu wool kasar yang melambangkan kesederhanaan hidup bagi yang memakainya.
Adapun pengertian tasawuf dari segi istilah ialah suatu ilmu yang membahas mengenai tata cara dan proses pensucian diri dari segala sifat tercela, sehingga dapat berhubungan secara rohaniah dengan Allah, sedekat mungkin yaitu melalui disiplin rohaniah yang dituju oleh seorang sufi seperti bertobat, zuhud (menjauhi pengaruh dunia) wa`ra (menghindari diri dari sesuatu yang haram dan syubhat), sabar, tawakkal dan rela (ridha) atas ketetapan Allah SWT.
Sementara manfaat dari tasawuf terlihat dari definisi tersebut, yaitu: Memelihara kesucian diri dari segala sesuatu yang tidak disukai oleh Allah SWT. Dengan demikian ia selalu menampilkan ucapan, perbuatan, pikiran dan niat yang bersih, sehingga ia dicintai oleh Allah dan sesama manusia. Sifat yang demikian sangat sangat perlu dimiliki, terutama ditengah-tengah masyarakat yang dilanda oleh berbagai pengaruh negatif, seperti pengaruh kehidupan kebendaan (materialistik), foya-foya dan kemaksiatan lainnya. Dengan tasawuf, seseorang akan memiliki ketahanan rohaniah sehingga dirinya tidak terombang-ambing oleh pengaruh yang buruk.
Kemudian bagaimana kedudukan tasawuf dalam Islam? Tasawuf memperoleh perhatian yang besar dari ajaran Islam banyak ayat-ayat Al-Qur`an maupun Hadist yang menganjurkan manusia agar bertaubat, zuhud, niat yang ikhlas, sabar, tawakkal dan ridho. Dengan semua itu dapat dipelihara kesucian diri, kesucian diri ini kunci kebahagiaan yang sejati.
* Perhatikan Firman Allah SWT:
Artinya:” Sesungguhnya berbahagialah orang yang membersihkan diri dan dia ingat nama Tuhannya lalu dia shalat.” (QS:Al-A`la:14-15)
Selain itu didalam kitab suci Al-Qur`an masih banyak terdapat ayat-ayat yang menunjukkan akan kedekatan manusia dengan Allah SWT. Misalnya saja dalam surat Al-Baqarah ayat delapan puluh enam, yang artinya:” Jika hamba-hambaKu bertanya padamu tentang diriKu, maka Aku adalah dekat. Aku mengabulkan seruan orang yang memanggil, jika ia pangil Aku.” (QS.Al-Baqarah:86).
Sedangkan didalam Hadist dijelaskan, yang artinya:” Siapa yang kenal pada dirinya, pasti ia kenal pada Tuhannya.” (Al-Hadist). Sidang pembaca, ayat dan Hadist ini memberi petunjuk bahwa seseorang sangat mungkin berada dekat dengan Allah, yang caranya adalah dengan tasawuf. Dengan demikian kedudukan tasawuf sangat penting dalam Islam.
Sekarang kita simak seberapa banyak tokoh-tokoh tasawuf itu? Didalam sejarah tercatat banyak sekali tokoh-tokoh tasawuf, baik dari kalangan Sahabat Nabi, Tabi`in, bahkan Nabi Muhammad SAW sendiri telah mempraktekkan kehidupan tasawuf. Beliau misalnya senantiasa berkhalwat digua hira pada setiap bulan Ramadhan, untuk mengingat Allah, memohon petunjuk Allah, membersihkan hati dan mensucikan jiwa, sehingga ditempat itu buat pertama kali mendapat wahyu dari Allah SWT.
Dalam ibadahnya, dalam sehari semalam minimal membaca istighfar (memohon ampun) kepada Allah sebanyak 70 kali, melaksanakan shalat dua pertiga malam dan ini belum termasuk shalat fardhu, rawatib serta shalat dhuha setiap harinya. Diantara tokoh-tokoh tasawuf yang namanya cukup terkenal dapat disebutkan misalnya: Rabi`ah Al-Adawiyah. Ia adalah seorang sufi perempuan yang lahir diBasrah pada tahun 714 M dan meninggal pada tahun 801 M ditempat yang sama. Kedua orangtuanya meninggal sewaktu ia masih kecil dan kemudian ia kelihatannya dijual sebagai budak. Tetapi pada akhirnya ia memperoleh kemerdekaan kembali.
Menurut riwayat dari orang yang memelihara Rabi`ah, dan bahwa sewaktu ia beribadat terdapat cahaya diatas kepala Rabi`ah dan cahaya itu menerangi seluruh ruangan rumahnya.
Ajaran tasawuf yang dibawanya dikenal dengan istilah Al-Mohaboh. Ia betul-betul hidup dalam keadaan zuhud dan hanya ingin berada dekat dengan Allah. Ia banyak beribadah, bertobat, menjauhi kehidupan duniawi dan menolak segala bantuan materi yang diberikan orang kepadanya. Bahkan ada do`a-do`a beliau yang isinya tidak mau meminta-minta terhadap hal-hal yang bersifat materi dari Allah.Selain itu segala lamaran cinta pada dirinya ia tolak, karena hal itu khawatir akan memalingkan cintanya kepada Allah SWT. Demikian diantaranya ajaran tasawuf Rabi`ah Al-Adawiyah.
Sufi selanjutnya bernama Abdul Farid Zunnun Al-Misri. Ia lahir pada tahun 156 H dinambah, suatu daerah yang terletak antara Sudan dan Mesir. Tetapi ia mengembangkan ajaran tasawufnya dimesir. Ia wafat pada tahun 245 H bertepatan dengan tahun 860 M. Selain sebagai sufi, ia juga dikenal sebagai ahli ilmu pengetahuan dan filsafat. Ia dapat membaca huruf hieroglif yang ditinggalkan dizaman firaun dimesir.
Selanjutnya terdapat nama Abu Yazid Al-Bustami, ia lahir dibistam, Persia pada tahun 874 M dan meninggal dalam usia 73 tahun sungguhpun orangtuanya tergolong orang yang berada, namun Abu Yazid memilih hidup sederhana dan sangat menaruh kasih sayang kepada fakir miskin. Sebagian besar waktunya ia gunakan untuk beribadat dan memuji Allah.
Juga terdapat tokoh bernama Abu Mughisy Husin bin Mansyur Al-Halla. Ia lahir di Baida bagian selatan Persia pada tahun 244 H bertepatan dengan tahun 875 H dan meninggal di Baghdad pada tahun 922 M karena dihukum mati, kemudian dibakar dan debunya dihanyutkan kesungai Tigris, karena ia dianggap membawa ajaran yang bertentangan dengan syariat.
Dan tokoh sufi selanjutnya yang populer sekali bernama Muhammad bin Muhammad Al-Ghazali (beliau menjadi sufi pada waktu usianya sudah lanjut.) Sebuah karyanya yang amat mahsyur hingga saat ini adalah kitab Ihya Ulumuddin, Tahafutul falasifah (kekacauan pemikiran filosof-filosof) dan Maqasidul falasifah (pemikiran kaum filosof) selengkapnya nama beliau ialah: Abu Hamid Muhammad Ibnu Muhammad Ibnu Muhammad Al-Ghazali. Lahir di Ghazaleh,suatu desa Tus didaerah Khurasan (persia) pada tahun 1059 M dan meninggal ditempat yang sama pada tahun 1099 M.
Saudaraku, sidang pembaca yang budiman. Saya sudahi tulisan (religius) ini terima kasih atas segala perhatian dan mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Jumpa lagi kita insya Allah dengan tulisan saya yang lain dikesempatan yang lain. Waafwa minkum wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
* Bahan-bahan (materi) diambil dan dikutip dari buku: Pendidikan Agama Islam Untuk SMU (SMK) kelas ?. Disusun oleh: Direktorat Pembinaan Pendidikan Agama Islam Pada Sekolah Umum Departemen Agama. Penerbit: Lubuk Agung. Bandung*
* Artikel religius ini dapat anda temuka pada website:www:Hajisunaryo.com*