Assalamualaikum wr wb Bismillahirrahmanirrahiim Allahumma shali wasalim sayyidina Muhammad. Pertama-tama saya mengucapkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT, karena sesungguhnya lah saya dapat menyusun tulisan religius sesuai judul tersebut diatas ini pada hakikatnya semata-mata adalah karena izin, karena perkenan, karena kehendak Allah SWT. Saya yakin haqul yakin, tanpa izin, tanpa perkenan, tanpa kehendak-Nya , saya tidak akan pernah dapat menulis seperti ini. Oleh karena itu, tidak berkelebihan kiranya kalau saya mengajak mari sekali lagi kita mengucapkan puja dan puji syukur kehadirat Illahi Rabbi, Tuhan Seru Sekalian Alam. Dia pencipta langit dan bumi, Dia penguasa tunggal di Hari Pembalasan Nanti, Dia itu Maha Dzat, yaitu Allah SWT. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya beserta para sahabatnya.
Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Keimanan merupakan dasar paling penting dalam ajaran Islam, sebab tanpa iman yang mantap segala amal shaleh kita tidak akan berpahala. Dengan kekuatan iman segala penderitaan atau kesulitan pekerjaan, akan dapat diatasi dengan tabah. Keimanan yang kuat laksana akar pancar pada pohon. Betapa pun besarnya angin yang meniup, tidak akan roboh. Lain halnya dengan pohon yang berakar serabut yang mudah tumbang bila ditiup angin.
Keimanan kita tidak akan lepas dari gangguan hama, karena pengaruh hawa nafsu dan syetan. Bilamana keimanan kita kurang kokoh, akan mudah terpengaruh oleh syetan yang mewas-waskan hati kita, dan dalam waktu yang sedetik saja kita dapat jatuh murtad, rusaklah iman kita tanpa bekas.
Allah SWT berfirman : ( Artinya ) : ” Barangsiapa yang murtad diantara kalian dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka amal mereka menjadi sia-sia didunia dan diakhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal didalamnya. ” ( QS : Al Baqarah : 217 ) .
Amal didunia menjadi lebur karena murtad, pernikahan menjadi putus karenanya , Ia tidak boleh menerima warisan dari orang tuanya yang muslim begitu pula hubungan warispun dan bila ia mati ahli warisnya yang muslim pun tidak boleh menerima hartanya. Hartanya harus dikuasai oleh negara ( pemerintahannya ).
Segala amalnya menjadi tidak berpahala, sehingga lebur musnah karena murtadnya. Agar kita terpelihara dari perbuatan murtad, kita perlu mengetahui hal-hal yang dapat menimbulkan kemurtadan, baik i’tikad, ucapan dan perbuatan.
Kemurtadan i’tikad atau hati, terjadi bila kita merasa ragu akan adanya Allah atau mengenai salah satu sifat-Nya. Meragukan kekuasaan Allah atau meragukan kebenaran akan masuk pula kepada murtad.
Apabila kita tidak mempercayai atau ragu terhadap salah satu dari rukun iman yang enam, yang telah sama-sama kita ketahui, berarti i’tikad kita murtad. Demikian pula apabila kita ragu akan adanya syurga atau neraka.
Sekiranya terkilas dalam hati pengakuan adanya kekuasaan selain kekuasaan Allah, seperti mengi’tikadkan bahwa batu besar atau mata cincin dapat menjaga diri dari bahaya atau dapat mendatangkan rezeki bagi pemiliknya, berarti i’tikad kita telah murtad.
Masih banyak hal yang dapat merusak i’tikad seseorang diantaranya : 1 . Mengi’tikadkan halal akan perkara yang di nash haramnya dalam Al-Qur’an, seperti menghalalkan arak, daging babi dan sebagainya. 2. Mengingkari atau tidak menyetujui atau menolak hukum Allah yang telah dijelaskan dalam Al-Qur’an atau Hadist yang shahih. 3. Meminta – minta kepada selain, seperti kepada berhala . 4. Tidak rela hati ketika dihukum ( diputus ) dengan hukum Islam. 5. Mengi’tikadkan bahwa makanan dapat menguatkan badan dengan sendirinya, bukan sekedar sebab saja yang hakikatnya dari Allah. 6. Mengi’tikadkan bahwa obatlah yang menyembuhkan, bukan hanya sekedar sebab, padahal hakikatnya dari Allah SWT.
Kemurtadan dengan pekerjaan terjadi apabila kita sujud atau hormat kepada berhala atau sembahan lainnya , seperti kepada matahari.
Sedang kemurtadan karena ucapan, terjadi apabila kita : 1. Menyebut kafir kepada orang muslim, padahal hatinya mengi’tikadkan bahwa orang itu Muslim. 2. Mempermainkan atau menghinakan nama Allah atau Rasulullah dengan ucapan sinis, seperti menyebut ‘Emod’ yang ditujuka kepada Nabi Muhammad SAW. 3. Mempermainkan atau menghinakan syurga atau neraka dengan ungkapan senda gurau seperti : Biarlah saya masuk neraka karena disana banyak bintang film dan banyak sinden dan sebagainya. 4. Mempermainkan hukum Allah ( Islam ) , dengan ungkapan dan nada menghina seperti : Apa itu hukum Islam ? Atau hukum Islam itu hukum orang Arab, bukan hukum kita , atau shalat itu tidak ada manfaatnya dan sebagainya. 5. Beri’tikad bahwa semua agama itu benar tanpa diiringi menurut siapa. Ungkapan tersebut seharusnya diiringi : ‘Menurut pemeluknya masing-masing’ .
Kita wajib berhati – hati dalam i’tikad, ucapan dan perbuatan agar tidak terjerumus kepada kemurtadan, meskipun tidak sengaja.
Disaat menghadapi sakaratul- maut syetan akan mengerahkan segala daya upayanya agar kita mati murtad. Syetan akan menampakkan diri sebagai saudara atau orang tua untuk menggoda yang sekarat agar mati murtad.
Bilamana kita sakit keras sebaiknyalah memusatkan pikiran agar tauhid kepada Allah SWT, memohon ampunan-Nya atau Rahmat-Nya. Timbulkan dalam hati cinta kepada-Nya atau rasa takut kepada – Nya. Insya Allah kita diberi-Nya hidayah dan perlindungan dari godaan syetan. Dan dari sekarang marilah kita tingkatkan ketaqwaan kita kepada – Nya.
Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Saya akhiri tulisan religius ini, berjudul sesuai tersebut diatas. Terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Jumpa lagi kita, insya Allah dikesempatan lain tentu saja dengan tulisan saya yang lain. Waafwa minkum wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
***
* Bahan-bahan ( materi ) diambil dan dikutip dari buku : HIMPUNAN KHUTBAH. Seri 1. Oleh : H. Moch. Anwar *
***
* Artikel religius ini dapat anda temukan pada Website kesayangan : Www.hajisunaryo.com *
***
* Artikel religius ini juga dapat anda temukan pada Website :Www.hsunaryo.blogspot.co.id atau Www.hsunaryo.blogspot.com *
***
Categories
Cari Artikel
penggunjung