Bismillahirrahmaanirrahim. Assalamualaikum wr.wb. Sidang pembaca, apa khabar? Selamat berjumpa kembali (lewat tulisan) dengan al-fakir, sesuai judul artikel (religius) ini tersebut diatas semoga mendapat tempat dihati setiap pembaca. Alhamdulillah, ternyata kian bertambah saja minat membaca dari saudara-saudaraku sesama muslim-muslimat dengan bacaan bernafaskan Islam. Sekali lagi alhamdulillah tentu saja dengan banyak membaca (wabil khusus bacaan bernafaskan Islam) akan bertambah pengetahuan (ilmu) agama kita dan akan bertambah ariflah kita didalam menghadapi, bertindak, menyikapi setiap persoalan (masalah) seberat-sesulit apapun itu, karena landasan (acuan) kita adalah syareat (ajaran) agama. Subhanallah! Allahumma shalli wassalim sayyidina Muhammad.
Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rezekiNya, sehingga mampu membuat hidup ini lebih berarti. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah,Sayyidina Muhammad SAW beserta seluruh keluarga dan para Sahabatnya dan kepada kita selaku umat beliau sampai akhir zaman.
Saudaraku, sidang pembaca didalam Al-Qur`an Allah SWT mengisyaratkan bahwa banyak Nabi yang diutus kedunia ini. Namun dari sekian banyak Nabi tersebut kita diwajibkan mengimami Nabi dan Rasul sebanyak 25 orang. Arti iman kepada Nabi ialah meyakini bahwa Allah SWT menyampaikan wahyu kepada Nabi untuk dirinya sendiri. Adapun arti iman kepada Rasul ialah meyakini bahwa Allah SWT telah memilih diantara manusia beberapa orang utusanNya, untuk menyampaikan wahyu kepada umatnya. Jadi, jelas ada perbedaan antara Nabi dan Rasul yang mana Nabi menerima wahyu Allah hanya untuk dirinya sendiri, sedangkan Rasul menerima wahyu Allah untuk disampaikan kepada umatnya.
Saudaraku, tugas Nabi dan Rasul dalam menyampaikan wahyu Allah SWT pada dasarnya memberi khabar gembira dan peringatan bagi orang yang beriman.
# Perhatikan Firman Allah SWT:
(Artinya):” Dan tidaklah Kami mengutus para Rasul itu melainkan untuk memberi khabar gembira dan memberi peringatan. Barangsiapa yang beriman dan mengadakan perbaikan maka tak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (QS:Al-An`am:48)
# Dan FirmanNya:
(Artinya):” Sesungguhnya Kami mengutus kamu dengan membawa kebenaran sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan dan tidak ada suatu umatpun melainkan telah ada padanya seorang pemberi peringatan.(QS:Fathir:24)
Ya! Dari ayat-ayat tersebut diatas menjelaskan kalau tugas Nabi dan Rasul itu antara lain adalah memperbaiki akhlak manusia agar menjadi manusia yang beradab dan faedahnya kembali kepada manusia itu sendiri.
# Sekarang perhatikan Hadist Nabi SAW:
* Rasulullah SAW bersabda:(Artinya):” Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” (HR:Bukhari dan Abu Daud)
Saudaraku, seperti dikatakan diatas bahwa setiap Rasul diutus oleh Allah SWT untuk memperbaiki keadaan umatnya, baik untuk memperbaiki aqidah maupun akhlak umat. Contohnya:
1. Nabi Ibrahim As, diutus kepada umatnya yang mempertuhankan patung-patung yang dianggap memberi hidup, mati dan rezeki dan sebagainya.
2. Nabi Musa As, diutus kepada umatnya yaitu Bani israil yang telah rusak iman karena mereka dipaksa menyembah Fir`aun sebagai Tuhan.
3. Nabi Muhammad SAW membawa agama Islam, yang menyempurnakan agama para Rasul terdahulu.
# Firman Allah SWT:
(Artinya):” Pada hari ini telah Aku sempurnakan untuk kamu agamamu dan telah Aku cukupkan kepadamu nikmatKu dan telah Aku ridhoi Islam itu menjadi agama bagimu….” (QS:Al-Maidah:3)
Allah SWT menyempurnakan agama Islam dan telah mencukupkan nikmatNya serta telah dirho agama Islam itu menjadi agama bagi umat manusia. Menurut sejarah bahwa ayat tersebut diatas adalah wahyu terakhir yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Setelah ayat ini dibacakan oleh Nabi, maka Abu Bakar Siddiq ra (Sahabat Rasul) menangis, lalu Nabi SAW bertanya apa yang menyebabkan ia menangis? Sayyidina Abu Bakar Siddiq ra menjawab:” Sesuatu yang telah sempurna tidak ada lagi yang ditunggu, kecuali kekurangannya.” Ucapan Abu Bakar Siddiq ra (sebagai jawaban) itu dibenarkan oleh Rasulullah SAW.
Setelah turunnya ayat tersebut beliau (Nabi SAW) wafat setelah lebih kurang 23 tahun menunaikan tugasnya sebagai Rasulullah, menyampaikan berita gembira dan membawa peringatan untuk semua makhluk didunia ini.
# Firman Allah SWT
(Artinya):” Dan Kami tidak mengutus kamu (Muhammad) melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui..(QS:Saba:28)
# Dan FirmanNya:
(Artinya):” Katakanlah hai Muhammad,” Wahai manusia! Sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua…” (QS:Al-A`raf:158)
# Kemudian FirmanNya:
(Artinya):” Tidaklah Aku (Allah) mengutus (Muhammad ) kecuali untuk (menjadi) Rahmat bagi semesta alam” (QS:Al-Anbiya:107)
Demikian Nabi Muhammad SAW diutus untuk seluruh manusia bukan untuk satu golongan yaitu bangsa Arab saja, tetapi untuk semua bangsa tidak mengenal kulit, suku atau keturunan, semua sama yaitu umat Muhammad SAW yang harus taat dan patuh akan ajarannya. Bagi yang patuh akan memperoleh balasan atas kepatuhannya dan yang tidak patuh juga akan memperoleh balasan atas ketidak patuhannya diakherat nanti.
Dengan perkataan lain, Nabi-Nabi dan Rasul-Rasul terdahulu (sebelum Nabi Muhammad SAW) diutus untuk masing-masing umatnya saja. Setelah datang Nabi Muhammad SAW yang membawa agama Islam yang menyempurnakan agama para Rasul terdahulu. (Telah lebih kurang 23 tahun menyampaikan berita gembira dan membawa peringatan untuk seluruh makhluk didunia ini). Maka seluruh manusia semua sama, umat Muhammad SAW yang harus taat dan patuh akan ajarannya.
Pada dasarnya semua Rasul diutus Allah kepada umat manusia untuk mengajarkan tentang keEsaan Allah SWT dan tidak mensyarikatkanNya. Dengan beriman kepada Rasul (Dalam hal ini beriman kepada Nabi Muhammad SAW). Kita (umat Islam) diberitahu cara yang benar untuk mengEsakan Tuhan. Manusia cenderung mengandalkan kekuatan akal saja, sedangkan akal manusia tidak mungkin selamanya mengetahui segala macam kemaslahatan dunia,apalagi kemaslahatan akherat. Dengan beriman kepada Rasulullah SAW kita memiliki petunjuk dan tuntunan jalan yang benar untuk kebahagiaan hidup didunia dan diakherat.
# Dalam kitab suci Al-Qur`an surat Al-Ahzab, Allah SWT berfirman:
(Artinya):” Muhammad itu sekali-kali bukanlah Bapak dari seorang laki-laki diantara kamu tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup para Nabi Dan adalah Allah maha mengetahui segala sesuatu.” (QS:Al-Ahzab:40)
Saudaraku, ayat tersebut diatas telah menunjukkan dengan jelas tidak ada Nabi maupun Rasul sesudah Nabi Muhammad SAW. Jadi siapa saja yang mengaku sebagai Nabi atau Rasul sesudah Nabi Muhammad SAW adalah bertentangan dengan Al-Qur`an. Orang yang tidak percaya atas kebenaran Al-Qur`an adalah kafir. Dengan perkataan lain, apabila ada orang mengaku (memproklamirkan diri) sebagai Nabi atau Rasul setelah Nabi Muhammad SAW maka itu adalah Nabi dan Rasul palsu dan mengikuti ajarannya hukumnya adalah haram. Nauzubillah! Summa Nauzubillah.
Sebelum saya akhiri tulisan (religius) ini ingin saya sampaikan Hadist-Hadist Nabi SAW berikut ini:
# Rasulullah bersabda:
(Artinya):” Akan muncul dari tengah umatku 30 pendusta semuanya mengaku menjadi Nabi, padahal aku adalah penutup para Nabi, tidak ada Nabi (baru) sesudahku. Dan akan senantiasa ada sekelompok dalam umatku yang berada diatas kebenaran. (HR:Abu-Daud dan Ahmad)
# Dan Hadist dari Abu Hudzaifah bersabda Rasulullah SAW:
(Artinya):” Dalam umatku ada 27 pendusta dan pembohong,4 (empat) diantara mereka adalah perempuan. Dan sesungguhnya aku adalah penutup para Nabi, tidak ada Nabi sesudahku” (HR:Thahawi)
# Sekarang perhatikan Hadist Mutafaqun alaih berikut ini:
*Bersabda Rasulullah SAW:
(Artinya):” Tidak akan terjadi Kiamat hingga muncul para pendusta dan pembohong sekitar 30 (tigapuluh) orang, semuanya mengaku bahwa dirinya adalah utusan Allah. (HR:Bukhari dan Muslim)
Sampai disini saya akhiri dulu tulisan (religius) ini,terima kasih atas segala perhatian mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Jumpa lagi insya Allah dikesempatan lain dengan tulisan saya yang lain. Waafwa minkum wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
…
# Bahan-bahan (materi) diambil dan dikutip dari buku: Pendidikan Agama Islam. Disusun Oleh: Direktorat Pembinaan Pendidikan Agama Islam Pada Sekolah Umum Negeri. Dan buku: Meraih Menggapai Pahala. Jilid 4 Oleh:H.Sunaryo.A.Y#
…
# Artikel (Religius) ini dapat anda temukan pada website:www:Hajisunaryo.com#
…