Assalamualaikum wr.wb. Bismillahirrahmaanirrahim. Allahumma shalli wasalim Sayyidina Muhammad. Pertama-tama marilah kita mengucapkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT yang sudah begitu banyak memberi kenikmatan kepada kita. Yaitu nikmat berupa:Iman dan Islam, taufik dan hidayah, keluasan waktu, nikmat panjang umur, sehat wal afiat dan begitu banyak nikmat-nikmat lainnya lagi. Begitu banyak dan saking banyaknya sampai-sampai kita tidak sanggup untuk menghitungnya dan memang kita tidak akan pernah mampu untuk menghitungnya .
Shalawat serta salam kita mohonkan semoga tercurah kepada junjungan kita, junjungan umat, Nabi termulia, Rasul paling agung, yaitu baginda Sayyidina Muhammad SAW beserta keluarganya beserta para Sahabatnya.
Saudaraku, sesama muslim muslimat ketika artikel (religius) ini berada dihadapan antum , kita sudah berada dibulan sya`ban. Bulan sya`ban adalah bulan haram. (Yaitu adalah bulan yang terhormat.) Itu berarti bulan suci Ramadhan sudah berada diambang pintu. Seyogyanya kita bersiap-siap untuk menyambut kedatangan tetamu Agung ini, yaitu bulan suci Ramadhan, Saiyidusy Syuhur Yang mulia.
Saudaraku, yang pertama harus kita persiapkan adalah hati kita ini. Hati kita harus senang, hati kita harus gembira mengetahui bahwa sebentar lagi akan datang bulan Ramadhan. Sesuai sabda Rasul, disebutkan bahwa:” Siapa yang gembira hatinya menyambut kedatangan bulan puasa , Saiyidusy Syuhur yang mulia itu, maka Allah SWT haramkan kulit kita tersentuh panasnya api Neraka. Subhanallah!
Kalau dipikirkan, sepintas kesannya gampang banget masuk Syurga. Dengan hati kita senang (gembira) akan datangnya bulan Ramadhan, masuk Syurga. Tidak semudah itu pembaca, tidak mudah hati (qolbu) ini diajak untuk senang mengetahui datangnya Ramadhan. Sebab itu tergantung iman seseorang. Bukankah ada orang, bibirnya tersenyum atau bahkan mulutnya tertawa namun siapa yang tahu hatinya justru gundah gulana? Begitu juga banyak orang mengatakan senang, gembira hatinya menyambut datangnya bulan Ramadhan tapi sesungguhnya (yang sebenarnya) hatinya sama sekali tidak gembira.
Kenapa? Karena tipisnya iman. Seseorang yang imannya tipis mustahil hatinya gembira akan datangnya bulan Ramadhan. Dimana selama sebulan penuh dari mulai imsak (shubuh) sampai terbenamnya matahari (maghrib) tidak boleh makan, tidak boleh minum, tidak merokok dan lain-lain lagi sesuai syariat. Mulut boleh ia berkata senang (gembira) tapi hatinya berontak (menggerutu) dan yang pastinya hati ini tidak senang, tidak gembira.
Apakah seseorang yang model seperti ini dikatakan bahwa hatinya gembira akan datangnya bulan Ramadhan? Dan dikategorikan sesuai sabda Rasul, adalah seseorang yang oleh Allah SWT diharamkan kulitnya tersentuh panasnya Api Neraka? Tentu tidak! Bukan orang semacam ini yang dimaksud dengan Hadist tersebut. Tetapi adalah seseorang yang hatinya benar-benar senang yang benar-benar gembira akan datangnya bulan suci Ramadhan dan memasang niat akan berpuasa sebulan penuh dibulan Ramadhan. Dan hatinya menggebu berniat akan melakukan ibadah-ibadah lainnya: Seperti shalat Tarawih, witir, dzikir, membaca Al-Qur`an, sodakoh, mengeluarkan zakat dan seterusnya dan seterusnya karena Allah dan unutk mencari ridho Allah semata. Jadi untuk bisa masuk Syurganya Allah itu tidak gampang, tidak semudah yang kita bayangkan.
Kunci masuk Syurga adalah bertaqwa. Artinya: Menjalankan segala perintah-perintahNya dan menjauhkan segala larangan-larangnNya. Dengan Rahmat Allah, insya Allah setiap hamba Allah yang bertaqwa akan masuk Syurga.
Saudaraku, setelah hati senang (gembira) akan datangnya bulan suci Ramadhan kita bersilaturahim kepada ayah bunda kita (sungkem). Apabila kedua orangtua kita sudah berpulang, kita ziarahi maqamnya. Ingat,jangan salah kaprah. Ziarah kubur disunahkan tapi bukan untuk meminta sesuatu kepada ahli kubur. Tetapi dimakam kedua orangtua kita, kita membaca surat Al-Fatihah, surat Yasin, kita tahlil dan lain-lain, lantas kita bedo`a yaitu mendo`akan ahli kubur.
Kita do`akan agar kubur kedua orangtua kita(begitu juga kubur saudara sanak famili, kaum kerabat kita) Allah luaskan alam kuburnya, apabila gelap Allah terangi kuburnya, Allah jadikan kubur mereka menjadi sebagai taman-taman Syurga dan Allah ampuni dosa-dosa mereka, Allah memaafkan kesalahan-kesalahan mereka. Amin! Amin Ya Robbal Alamin.
Saudaraku sidang pembaca. Selanjutnya kita bersilaturahmi ketempat saudara, kerabat, sanak famili dan teman teman kita, jangan lupa datangi para tetangga kita. Kita bersalaman kepada mereka dan meminta maaf apabila kita bersalah baik itu kita lakukan dengan sengaja maupun dengan tidak disengaja. Apabila kita kebetulan sedang marahan (tidak bertegur sapa) dengan saudara, teman, ataupun dengan tetangga kita. Jangan ragu-ragu langsung kita baikkan yaitu dengan kita meminta maaf kepadanya. Katakan sebentar lagi kita akan berpuasa Ramadhan dan kita ingin puasa kita diterima oleh Allah SWT. Jangan sampai kita puasa dibulan Ramadhan tapi kita masih marahan dengan seseorang . Ketahuilah, kepada sesama saudara , kita dilarang bermusuhan sampai lebih dari 3 (tiga) hari.
# Perhatikan Hadist Nabi SAW tersebut ini:
(Artinya):” Dari Abu Ayyub ra bahwasanya Rasulullah SAW bersabda:” Tidak dihalalkan bagi seseorang muslim untuk mendiamkan saudaranya lebih dari tiga hari, apabila keduanya bertemu masing-masing saling membuang muka. Adapun yang paling baik diantara keduanya adalah yang lebih dahulu mengucapkan salam.” (HR:Bukhari dan Muslim)
* Keterangan: Tidakl halal kalau kita mendiamkan saudara kita lebih dari tiga hari. Itu artinya haram hukumnya marahan sesama muslim (saudara) lebih dari tiga hari.*
# Dan perhatikan Hadist Nabi SAW berikut ini:
(Artinya):” Dari Abu Hurairah ra ia berkata: Rasulullah SAW bersabda:” Amal-amal perbuatan itu dihadapkan setiap hari senen dan kamis, kemudian Allah mengampuni setiap dosa orang yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun, kecuali seseorang yang berselisih dengan saudaranya, dimana Allah berfirman: Tunggulah dua orang ini sampai damai kembali.” (HR:Muslim)
* Keterangan: Amal-amal ibadah seorang hamba akan dilaporkan keharibaan Allah SWT pada setiap hari senen dan kamis dan Allah yang maha pengampun akan mengampuni dosa setiap hambaNya yang tidak syirik, kecuali seseorang yang berselisih (marahan) dengan saudaranya dimana Allah tidak akan mengampuni sebelum mereka berdamai (sebelum mereka baikkan kembali)*
# Kemudian perhatikan Hadist Nabi SAW berikut ini:
(Artinya):” Dari Abu Hurairah ra ia berkata: Rasulullah SAW bersabda:” Tidak dihalalkan bagi setiap muslim untuk mendiamkan saudaranya lebih dari tiga hari. Barangsiapa mendiamkan saudaranya lebih dari tiga hari kemudian ia mati (meninggal) maka ia masuk Neraka.” (HR:Abu Daud)
* Keterangan: Subhanallah! Allahu Akbar. Apabila kita marahan sesama muslim (saudara) lebih dari tiga hari dan ditakdirkan kita meninggal dunia, sesuai Hadist riwayat Abu Daud tersebut diatas kita (seseorang) itu akan masuk Neraka. Nauzubillah minzalik!*
# Dan perhatikan Hadist berikut ini:
(Artinya):” Dari Abu Khiras (Hadrad) bin Abu Hadrad Al-Alsamly dan ada yang menyebutnya dengan As Shahabiy ra bahwasanya ia mendengar Nabi SAW bersabda:” Barangsiapa mendiamkan saudaranya selama satu tahun, maka ia seperti menumpahkan darahnya.” (HR:Abu Daud)
# Keterangan: Dengan sangat jelas disebutkan dalam Hadist tersebut diatas bahwa, barangsiapa mendiamkan (marahan) kepada sesama saudaranya selama satu tahun maka itu sama seperti ia menumpahkan darahnya. Nauzubillah! Suma Nauzubillah. Nah, saudaraku sesama muslim muslimat. Hayo! Kapan lagi kalau tidak sekarang Hadist ini mendapat tempat dihati kita? Penulis menghimbau sekarang (Dibulan Sya`ban ini) saat yang tepat untuk kita berbaikan kepada, sesama saudara kita, kepada teman, kepada tetangga. Karena bulan Sya`ban adalah bulan mensucikan hati. Kita meminta maaf dan jangan merasa diri kita rendah (hina) karena kita yang lebih dulu meminta maaf. Tidak demikian, bahkan sebaliknya berdasarkan syariatyang utama adalah orang-orang yang lebih dahulu meminta maaf atas segala kesalahan-kesalahannya.#
Sidang pembaca puasa dibulan Ramadhan adalah salah satu dari rukun Islam. Hukumnya wajib (Fardha ain) berdosa apabila tidak puasa dan mendapat pahala itu jika kita puasa dibulan Ramadhan.
# Sesuai FirmanNya:
* Ya ayyuhallazina aamanuu kutiba alaikumussiyaamu kama kutiba `allalazina ming-qablikum la`allakum tattaquun.” (QS:Al-Baqarah:183)
(Artinya):” Hai orang-orang yang beriman telah diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa”.
(QS:Al-Baqarah:183)
# Dan bersabda Rasulullah SAW
* Mansaama Ramadhaana imanaw-wahtisaabangunfirallahu maataqaddama min zambihi.”
*(Artinya):” Barangsiapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala Allah niscaya Allah mengampuni dosanya yang telah lalu.” (Al-Hadist)
# Rukun puasa, adalah Niat, tidak syah puasa seseorang tanpa niat. Kapan afdhalnya niat berpuasa itu diucapkan? Kita yang biasa melakukan shalat sunat taraweh berjama`ah dimasjid, musholla atau ditempat-tempat (ruangan) yang disediakan untuk jamaah shalat taraweh berjamaah. Kita ucapkan niat seusai shalat taraweh dan shalat witir secara berjamaah. Nah setelah dzikir dan berdo`a baru kita mengucapkan niat puasa Ramadhan esok hari. Lafadz niat puasa sebagai berikut: Nawaitu saumagadin`an adaa`i fardhi syahri Ramadhana haazi hissanati lillahi ta`alaa.#
*(Artinya):” Saya berniat puasa wajib bulan Ramadhan besok hari pada tahun ini karena Allah Ta`ala.”
# Apabila waktu (Maghrib) telah tiba, sunah kita bersegera berbuka. Lafadz do`a berbuka puasa sebagai berikut:” Allahummalaka sumtu wa`ala rizkika aftartu zahabazzana`u wabtallatil `uruuqu wasabatal ajru insyaa Allahu.
* (Artinya):” Ya Allah karena Engkau aku berpuasa dan dengan rizki pemberian Engkau aku berbuka, dahaga telah hilang dan urat-urat telah menjadi basah (segar) dan mudah-mudahan ganjaran ditetapkan.”
# Bulan Ramadhan adalah bulan bercocok tanam untuk akherat, bulan menghasilkan perbekalan untuk hari kemudian, bulan membersihkan dan mensucikan diri dari berbagai dosa serta menghias diri dengan budi yang tinggi dan pekerti yang luhur.
# Perhatikan Hadist Nabi SAW dari Abu Hurairah ra , Rasulullah SAW bersabda:
(Artinya):” Sesungguhnya telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang diberkati, Allah memerintahkan berpuasa didalamnya. Dalam bulan Ramadhan dibuka segala pintu SYURGA, dikunci segala pintu Neraka dan dibelenggu segala syetan. Didalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari 1000 (seribu) bulan. Barangsiapa tidak diberikan kepadanya kebaikan malam itu, berarti telah diharamkan baginya segala rupa kebajikan.” (HR:Ahmad,An-Nasa`i dan Al. Baihaqi)
# Dan bersabda Rasulullah SAW:
(Artinya):” Bulan Ramadhan adalah bulan yang Allah telah menfardhukan atasmu berpuasa didalamnya dan aku telah mensunahkan bagimu berdiri dan beribadah dimalamnya. Barangsiapa berpuasa dan bershalatul qiyam dimalamnya karena iman dan karena mengharapkan ridha Allah niscaya ia keluar dari dosanya sebagai hari dilahirkan oleh ibunya.” (HR:Ibnu Khuzaimah)
# Nabi Muhammad SAW bersabda:
(Artinya):” Sesungguhnya telah menaungi kamu bulan yang agung, yaitu bulan yang pada awalnya dipenuhi dengan Rahmat Allah, pada pertengahannya dipenuhi ampunan Allah dan pada akhirnya terbebas dari api Neraka (Itqun minannar).” (Al-Hadist)
# Dan sebuah Hadist cukup panjang riwayat Ibnu Huzaimah dari Sahabat Salman ra yang menyatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda pada hari terakhir dari bulan Sya`ban yaitu Ramadhan itu bulan sabar, sedangkan sabar itu pahalanya adalah Syurga. Barangsiapa mendekatkan dirinya kepada Allah SWT dengan suatu pekerjaan kebajikan samalah dia dengan orang yang mengerjakan suatu fardhu dibulan yang lain. Artinya: Satu perbuatan (ibadah) sunat dibulan Ramadhan sama pahalanya seperti satu fardhu dibulan lain. Dan satu fardhu dibulan Ramadhan sama pahalanya dengan orang yang mengerjakan 70 (tujuhpuluh) fardhu dibulan yang lain. Subhanallah! Benar-benar Ramadhan bulan panen pahala.#
Akhir dari tulisan (religius) ini saya sampaikan sebuah Hadist shahih riwayat Imam Muslim sebagai berikut:
(Artinya):” Nabi Muhammad SAW bersabda:” Segala amal kebajikan anak Adam dilipat gandakan pahalanya dengan 10 (sepuluh) hingga 700 (tujuh ratus) ganda. Allah SWT berfirman: Kecuali puasa, puasa itu untukKu dan Aku memberikan pembalasan (pahala) kepadanya. Ia telah meninggalkan syahwat dan makan minumnya lantaran Aku. Seorang yang berpuasa memperoleh dua kesenangan , kesenangan dikala berbuka dan kesenangan dikala berhadapan dengan Allah. Dan benar-benar bau busuk mulut orang berpuasa itu lebih wangi disisi Allah daripada bau kasturi.” (HR:Muslim)
Sampai disini saya sudahi tulisan (religius) ini, terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Jumpa lagi kita, insya Allah dikesempatan lain tentu saja dengan tulisan saya yang lain. Waafwa minkum wassalamulaikum warahmatullahi wabarakatuh.
…
# Bahan-bahan (materi) diambil dan dikutip dari buku: Tuntunan Ibadah Ramadhan Oleh:Drs Kaukab Syamsuri dan buku: Meraih Menggapai Pahala jilid 3 Oleh:H.Sunaryo.A.Y dan buku: Terjemah Riyadhus Shalihin jilid 2 Oleh:Imam Nawawi.#
…
# Artikel (religius) ini dapat anda temukan pada website:www:Hajisunaryo.com#
…