TADARU’ ( Bagian Pertama )

Assalamualaikum wr wb Bismillahirrahmanirrahiim Allahumma shali wasalim sayyidina Muhammad. Pertama-tama saya mengucapkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT atas Rahmat dan Karunia-Nya saya dapat menyusun tulisan ( artikel ) religius ini, berjudul sesuai tersebut diatas Bagian Pertama. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya beserta para sahabatnya.
Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Tadaru artinya ‘Merendahkan diri kepada Allah’. Tadaru termasuk akhlak terpuji. Allah menyuruh kita untuk bersikap Tadaru.
Allah SWT berfirman : ( Artinya ) : ” Dan sebutlah ( nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut.” ( QS : Al – A’raf : 205 ) .
Manusia diciptakan Allah sebagai makhluk yang paling baik. Oleh karena itu, sudah selayaknya manusia bersikap rendah hati terhadap penciptanya. Rasulullah telah banyak memberikan keteladanan kepada kita , bagaimana bersikap Tadaru kepada Allah. Sejak beliau belum menjadi Rasul sampai akhir hayatnya, beliau berusaha untuk selalu berada sedekat mungkin dan merendahkan diri kepada Allah SWT. Sebelum menjadi Rasul, beliau selalu merenungi dan mengagumi alam ciptaan Tuhan. Beliau sering menyendiri, memohon petunjuk Allah. Setelah menjadi Rasul, beliau lebih dekat lagi dengan Allah. Setiap malam ketika manusia tengah tidur nyenyak, beliau shalat Tahajud dan berdzikir merendahkan diri dihadapan Allah. Beliau sering berdoa : ( Artinya ) : ” Ya, Allah jauhkan lah diriku dari akhlak – akhlak yang buruk. ”
*Nabi Muhammad SAW tidak pernah merasa dirinya lebih tinggi daripada orang lain. Walaupun beliau seorang pemimpin agama dan pemimpin Negara. Jika ada orang berdiri menghormatinya, beliau melarang dan mengatakan, bahwa dia adalah makhluk Allah yang sama dengan orang lain. Jika ada pertemuan dengan para sahabat, beliau yang selalu lebih dahulu mengucapkan salam dan mengulurkan tangannya untuk berjabatan tangan. ( BERSAMBUNG ) .
Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Saya akhiri dulu tulisan religius ini, berjudul sesuai tersebut diatas Bagian Pertama. Kita nantikan penulisan selanjutnya Bagian Kedua pada penerbitan mendatang. Terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Waafwa minkum wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
***
* Bahan-bahan ( materi ) diambil dan dikutip dari buku : AQIDAH AKHLAK. Oleh : Drs Masan Alfat dan Drs Abdul Rosyid *
***
* Artikel religius ini dapat anda temukan pada Website kesayangan :Www.hajisunaryo.com *
***
* Artikel religius ini juga dapat anda temukan pada Website : Www.hsunaryo.blogspot.co.id atau Www.hsunaryo.blogspot.com *
***

This entry was posted in Artikel. Bookmark the permalink.