TERPUJI DI LANGIT TERPUJI DI BUMI

Assalamualaikum wr wb Bismillahirrahmanirrahiim Allahumma shali wasalim sayyidina Muhammad. Maksud dari judul tersebut diatas, adalah orang yang memiliki reputasi baik dimata kaum muslimin yang shaleh dan bertaqwa. Karena itu, bila seseorang memiliki reputasi baik diantara orang-orang fasik dan sesat ( Jika reputasi itu karena kefasikan dan kesesatannya ) jelas hal itu tidak bermanfaat.
Abu Hurairah ra meriwayatkan sabda Nabi SAW : ” Setiap hamba pasti mempunyai reputasi dilangit. Apabila reputasinya dilangit baik, maka orang – orang dibumi juga menganggapnya baik. Dsn bila reputasinya dilangit jelek, maka orang – orang dibumi juga menganggapnya jelek. ” ( HR : Al-Bazzar ).
Abu Zuhair Ats-Tsaqafi meriwayatkan dari ayahnya secara marfu’ bahwa Rasulullah SAW bersabda : ” Kalian hampir bisa membedakan antara penghuni syurga dan penghuni neraka. ” Para Sahabat bertanya :” Dengan apa ya Rasulullah ? ” Jawab beliau : ” Dengan pujian yang baik dan pujian yang buruk. ” ( HR : Ibnu Abi Zuhair Ats-Tsaqafi, Ibnu Majah dan Ahmad. )
Ibnu Abi Al-Izz berkata :” Dalam Hadist tadi beliau memberi tahu, bahwa hal itu bisa dijadikan alat untuk mengetahui penduduk syurga dan neraka. ”
Abu Hurairah ra meriwayatkan sabda Rasulullah SAW :
” Apabila Allah mencintai seseorang, maka Dia memanggil Jibril : ” Sesungguhnya Aku mencintai sifulan, karena itu, cintailah ia! ” Setelah itu Jibril menyerukannya dilangit. Kemudian dijadikannya penduduk bumi mencintanya. Itulah firman Allah SWT, : ” Sesungguhnya orang – orang yang beriman dan beramal shaleh, kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam ( hati ) mereka rasa kasih sayang ” ( QS : Maryam : 96 ).
Dan apabila Allah membenci seseorang, maka Dia memanggil Jibril : ” Sesungguhnya Aku membenci sifulan “. Lalu Jibril menyerukannya dilangit, setelah orang – orang dibumi dijadikan benci kepadanya.” ( HR : Turmudzi ).
Imam Muslim, dalam shahihnya menyisihkan satu bab khusus mengenai masalah ini, yaitu : Bab Apabila Orang Shaleh Dipuji, Maka Itu Berita Gembira yang tidak Membahayakannya.
Imam Muslim,juga memaparkan Hadist Abu Dzar ra, ia berkata : ” Ditanyakan kepada Rasulullah SAW :” Pernahkah engkau melihat orang yang melakukan amal kebaikan dan orang-orang memujinya? “. Beliau menjawab :” Itulah berita gembira yang disegerakan bagi orang mukmin. ” ( HR : Muslim ).
Imam Nawawi berkata :” Para ulama mengatakan, ” Artinya hal itu ialah berita gembira kebaikan yang disegerakan, yaitu sebuah bukti atas keridhaan dan cinta Allah SWT kepadanya, kemudian
makhluk juga mencintainya. Seperti dalam Hadist, ” … Setelah itu orang – orang dibumi juga dibuat mencintai sifulan tersebut. ” Itu semua jika orang – orang memujinya tanpa disertai keinginan sipelaku. Jika ada keinginan dan harapan terhadap pujian, hal itu perbuatan tercela. ” ( Muslim Syarh Nawawi : 16/290 ). Tanpa ada permintaan untuk memuji, anjuran, atau motif tertentu terhadapnya.
Al-Hafizh Ibnu Rajab bertutur : ” Tetapi, apabila ia melakukan amal dengan ikhlas lalu Allah menanamkan pujian untuknya kedalam hati orang – orang mukmin, kemudian ia merasa bahagia atas anugerah dan Rahmat-Nya yang diberikan kepadanya dan merasa senang dengan hal itu, hal itu tidak Membahayakannya. “( Jami’ul ‘Ulum Wal Hikam: 1/83, cetakan pertama Mu’assasah Ar-Risalah, 1417 H/1994 M ).
Begitu pula keluarga dan saudara – saudaranya yang merasa senang dengan pujian orang – orang terhadapnya. Namun dengan catatan, mereka merasakan ia beramal dengan ikhlas sebelum mati. Ikhlas adalah satu diantara beberapa rahasia Allah SWT. Tak seorangpun yang mengetahuinya, baik seorang Nabi yang diutus ataupun malaikat yang dekat kepada-Nya. Namun dalam hal ini kita berperasangka, Allah tidak akan menjadikan para manusia menerimanya dimuka bumi dan tidak akan memudahkan lisan orang – orang shaleh untuk memujinya , kecuali karena kebaikan yang hanya diketahui Dzat Yang Maha Mengetahui perkara – perkara gaib. Semua itu adalah anugerah Allah yang diberikan kepada siapa saja yang Dia kehendaki. Allah adalah pemilik anugerah yang Agung.
Saya akhiri tulisan religius ini, berjudul sesuai tersebut diatas. Terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Jumpa lagi kita, insya Allah dikesempatan lain tentu saja dengan tulisan saya yang lain. Waafwa minkum wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
***
* Bahan-bahan ( materi ) diambil dan dikutip dari buku : MERENCANAKAN KHUSNUL KHATIMAH. Oleh : Muhammad Al-Muqri *
***
* Artikel religius ini dapat anda temukan pada Website kesayangan :Www.hajisunaryo.com *
***
* Artikel religius ini juga dapat anda temukan pada Website :Www.hsunaryo.blogspot.co.id atau Www.hsunaryo.blogspot.com *
***

This entry was posted in Artikel. Bookmark the permalink.