Bismillahirrahmaanirrahim. Assalamualaikum wr. wb Allahumma shalli wassalim Sayiidina Muhammad. Pertama-tama marilah kita mengucapkan puja -puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah begitu banyak memberikan kepada kita (manusia) berbagai macam kenikmatan. Seperti nikmat iman, nikmat panjang umur, nikmat sehat dan berbagai nikmat lainnya yang tidak mungkin kita bisa menghitungnya dan memang kita tidak akan pernah bisa untuk menghitungnya karena saking banyaknya.
Shalawat serta salam kita mohonkan semoga tercurah kepada junjungan kita, junjungan umat, Nabi termulia, Rasul paling agung, yaitu Baginda Nabi besar Sayyidina Muhammad SAW beserta keluarganya beserta para Sahabatnya.
Saudaraku,sidang pembaca yang terhormat. Dalam sebuah riwayat dikatakan bahwa suatu saat Nabi SAW pernah memberitahukan kepada para Sahabat tentang penghuni Syurga. Kata beliau:” Kalian masuk Syurga bukan lantaran amal perbuatan kalian.” Para Sahabat serentak terkejut, dalam pemikiran mereka: Kalau memang seseorang masuk Syurga bukan atas dasar perbuatan baik yang dilakukan , lantas apa gunanya manusia beramal shaleh dan apa pula manfaatnya melakukan peribadatan kepada Tuhan? Salah seorang Sahabat ada yang bertanya:” Demikian juga halnya dengan anda ya Rasulullah?” Rasul menjawab:” Ya, demikian juga dengaku. Aku masuk Syurga bukan sebab amal perbuatan baik yang kulakukan kecuali aku masuk Syurga atas dasar Rahmat dari Allah!” (Al-Hadist)
Saudaraku, Hadist tersebut diatas mengkhabarkan kepada kita bahwa amal perbuatan baik ternyata buakan satu-satunya jaminan bagi seseorang untuk bisa memasuki Syurga. Dengan kata lain, tiket untuk bisa memasuki Syurga bukanlah tercetak pada amal perbuatan baik, tapi lebih dari itu tiket untuk masuk Syurga adalah atas dasar rahmat yang diberikan oleh Allah. Mengapa demikian? Ya, karena jika syurga itu dapat dibeli dengan amal shaleh atau ditukar dengan pahala, maka seberapapun banyaknya pahala yang dimiliki manusia tak akan cukup untuk membeli syurga. Hal ini karena syurga dengan segenap fasilitas kenikmatannya tak ternilai harganya.
Andai saja manusia punya tujuh bumi lalu tujuh bumi beserta seluruh isinya ditukar dengan syurga, masih tetap harga syurga tak bisa tertandingi. Makanya pantas jika Nabi mengatakan bahwa amal perbuatan baik manusia sebanyak apapun tak bisa diandalkan sebagai tiket untuk masuk syurga , terlalu kecil nilai pahala manusia dan terlalu besar nilai kenikmatan yang ada disyurga. Lantas apakah manusia tak perlu berbuat baik dan tak penting melakukan ibadah?
Saudaraku, bukan demikian bukan! berbuat baik dan melakukan ibadah tetap dan harus bahkan wajib dilakukan manusia beriman. Sidang pembaca, sebab hanya dengan berbuat baik dan melakukan ibadah itulah, Allah SWT akan menurunkan rahmatNya.
# Sesuai FirmanNya:
(Artinya):” Dan janganlah kamu berbuat kerusakan dimuka bumi sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdo`alah kepadaNya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan) Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.” (QS:Al-Ar`af:56)
Ada dua syarat yang bisa mendatangkan rahmat Allah berdasarkan pada ayat Al-Qur`an tersebut diatas. Yakni tidak berbuat kerusakan didunia dan harus berbuat baik. Dengan cara apa manusia bisa memenuhi dua syarat tersebut untuk mencapai rahmat Allah?
Satu-satunya cara adalah dengan menjalani kehidupan didunia ini sesuai dengan apa yang telah digariskan oleh Allah telah tertuang jelas dalam Al-Qur`an dan Al-Hadist yang semua itu sudah tercover dalam ajaran agama Islam. Dengan demikian dua syarat sebagaimana dikatakan dikatakan tersebut diatas dapat dijalani oleh manusia dengan cara menjalankan semua perintah agama sekaligus menjauhi segala larangan-laranganNya.
Menjalankan semua perintah agama adalah dalam rangka realisasi berbuat kebaikan, sementara menjauhi larangan adalah sebagai bukti nyata dari sikap tidak berbuat kerusakan. Pendek kata yang disebut sebagai orang-orang muhsin yang disinyalir dalam ayat diatas adalah mereka-mereka yang senantiasa berpegang teguh pada aturan agama, yakni mereka yang mengaku beriman kepada Allah kemudian merealisasikan keimanan tersebut dalam tindakan yang nyata. Dengan perkataan lain mereka adalah orang yang beriman dan yang beramal shaleh.
Al-Qur`an memberikan gambaran bahwa orang-orang yang kelak akan memasuki syurga adalah mereka-mereka yang bukan saja mengaku iman kepada Allah, namun lebih dari itu pengakuan iman mereka buktikan dengan tindakan yang lebih riil (kongkrit) yakni dengan melakukan amal sholeh, yaitu melakukan semua perintah-perintah Allah sekaligus menjauhi larangan-laranganNya.
# Perhatikan FirmanNya
(Artinya):” Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholeh kedadalam syurga-syurga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai. Disyurga itu mereka diberi perhiasan dengan gelang dari emas dan mutiara dan pakaian mereka adalah sutera.” (QS:Al-Hajj:23)
Ya! Syurga adalah tempat balasan bagi orang-orang yang berkelakuan baik, syurga adalah tempat balasan bagi ornag-orang yang beriman yang punya simpanan pahala yang banyak. Meskipun pahala bukan merupakan jaminan seseorang bisa memasuki syurga, namun setidak-tidaknya dengan pahala maka rahmat Allah SWT akan datang untuk menuntun seseorang menuju ke syurga.
Kalau syurga diperuntukkan bagi orang-orang baik, sebaliknya Neraka adalah sebuah tempat yang disediakan secara khusus bagi orang-orang yang durhaka. Sebagai tempat yang bertolak belakang dengan syurga, Neraka diciptakan untuk menyiksa orang-orang yang bukan saja berstatus sebagai orang kafir (ingkar terhadap Tuhan) namun juga bagi orang-orng yang nmengaku beriman kepada Allah SWT namun tidak melakukan amal shaleh. Atau dapat juga dikatakan bahwa Neraka adalah tempat bagi manusia-manusia yang semasa hidup selalu melakukan tindak kemaksiatan hingga saat menghadap Tuhan dia membawa segudang dosa yang belum terhapuskan.
Kesimpulannya adalah bahwa Neraka sesungguhnya merupakan tempat penyiksaan bagi orang-orang kafir terhadap keingkarannya sekaligus sebagai tempat penyucian terhadap orang-orang yang mukmin atas dosa-dosa maksiat yang telah mereka lakukan. Ya! Perbuatan dosa bisa menyebabkan manusia terjerambab kedalam Neraka.
# Kita perhatikan Firman Allah SWT:
(Artinya):” Bahkan barangsiapa yang berbuat dosa dan ia telah diliputi oleh dosanya. (Dosanya banyak) mereka itulah kelak menjadi penghuni Neraka, mereka kekal didalamnya.” (QS:Al-Baqarah:81)
# Dan Firman Allah SWT
(Artinya):” Sesungguhnya orang-orang berdosa berada dalam kesesatan dan (berada) dalam Neraka Sa`ir.” (QS:Al-Qamar:47)
Jelaslah sudah bahwa faktor penyebab seorang manusia bisa sampai dimasukkan kedalam Neraka dan harus menerima siksaan yang teramat parah adalah lantaran perbuatan dosa yang mereka lakukan. Apapun jenis dan macam tindakan ini, selagi perbuatan tersebut menimbulkan dosa, maka ia akan menjadi penyebab manusia harus menjalani hukuman Tuhan selagi dosa tersebut belum termaafkan.
# Lagi sebuah ayat dimana Allah SWT telah mengingatkan dengan FirmanNya:
(Artinya):” Dan ornag-orang yang mengerjakan kejahatan-kejahatan mereka akan memperoleh balasan kejahatan yang setimpal dan mereka akan diliputi oleh kehinaan. Tidak ada satupun dari mereka yang melindungi dari adzab Allah seakan -akan mereka ditutup dengan sebagian malam yang gelap gulita. Mereka itulah penghuni Neraka, mereka kekal didalamnya. (QS:Yunus:27)
Dosa dengan demikian berarti menjadi penyebab hancurnya harga diri seseorang. Dan itu berarti pada saat seseorang melakukan dosa, pada saat yang bersamaan dia telah menghancurkan dirinya sendiri. Selain dosa akan mengakibatkan kehinaan bagi para pelakunya, lebih ironis lagi dosa ternyata punya dampak sosial yang begitu besar. Ini berarti dampak yang diakibatkan oleh dosa bukan saja secara individual akan menimpa pada pelakunya secara khusus, namun juga secara kolosal yang akan menimpa pada semua orang, meski mereka tidak ikut melakukan dosa.
Al-Qur`an sendiri, lewat kisah-kisah umat terdahulu sudah berulangkali menceritakan akan hal itu. Setiap kali sekelompok orang mengingkari dan mengadakan perlawanan terhadap Nabi maka pada saatt itulah siksa Allah turun untuk mengazdab mereka. Dan siksaan ini ternyata tidak hanya menimpa pada para pelaku dosa itu sendiri, namun juga secara kolosal menimpa pada semua orang. Dampak negatif yang ditimbulkan dosa seperti ini seakan-akan sudah menjadi proses hukum alam dimana manusia tidak bisa menolaknya, dan karena kenyataan inilah Allah SWT memperingatkan:
# Sesuai FirmanNya:
(Artinya):” Dan takutlah kamu dari siksaan yang tidak hanya secara khusus menimpa orang-orang yang dzalim saja diantara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaannya.” (QS:Al-Anfal:25)
Atas dasar inilah maka agama sendiri mewajibkan perintah amar ma`ruf nahi munkar, yakni memerintahkan kebaikan dan mencegah kemungkaran. Amar ma`ruf diupayakan supaya manusia sesuai dengan nalurinya bisa berbuat kebajikan dibumi sebab dengan itu bumi ini akan menjadi tentram hingga jauh dari kerusakan. Sementara nahi munkar dimaksudkan supaya manusia mau menjauhi perbuatan-perbuatan keangkaramurkaran sebab dengan itu bumi akan menjadi rusak.
Sidang pembaca dari keterangan diatas akhirnya kita dapat memberi kesimpulan bahwa perbuatan baik akan mendatangkan kemaslahatan sementara perbuatan jahat akan mendatangkan bencana. Perbuatan baik yang notabene mendapatkan pahala akan bisa menjadi penyebab ketentraman hidup didunia dan lebih dari itu akan bisa mendatangkan rahmat Allah yang dengan itu manusia akan bisa memasuki Syurga.
Sedangkan perbuatan jahat yang notabene mendapat dosa akan bisa menjadi penyebab turunnya adzab Tuhan, didunia adzab itu bisa berupa kehinaan bagi pelakunya dan lebih dari itu bisa menjadi penyebab pula dari adanya berbagai bencana alam yang ada dan belum berhenti sampai disitu, dosa inipun nanti yang akan menjadi penyebab utama seseorang harus menjalai masa hukuman berat di Neraka.
Jelaslah sudah bahwa syurga dan Neraka sesungguhnya adalah merupakan paradogsal antara pahala dan dosa. Jika manusia menginginkan syurga maka yang harus dilakukan adalah mengumpulkan pahala sebanyak-banyaknya dan jika menginginkan Neraka, maka manusia dipersilahkan untuk melakukan perbuatan apa saja sesuai dengan hawa nafsunya.
Semua tergantung manusia sebab Allah sendiri sudah memberikan kebebasan dalam memilih, jika mereka mau beriman silahkan, namun bila tidak, Tuhan tidak akan memaksa. Namun disini manusia harus berani menanggung resiko. Kalau mereka berbuat keangkara murkaan dimuka bumi maka itu artinya mereka harus berani menanggung resiko yakni kelak akan merasakan adzab Neraka. Nauzubillah! Summa Na`uzubillah. Semoga kita dijauhkan oleh Allah SWT dari sifat berani melakukan perbuatan dosa hingga kelak diakherat kita selamat dari kepedihan siksaan Neraka. Amin! Amin Ya Robbal Alamin.
Saudaraku, sampai disini tulisan (religius) ini terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Jumpa lagi kita insya Allah dikesempatan lain tentu saja dengan tulisan saya yang lain. Waafwa minkum wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
…
# Bahan-bahan (materi) diambil dan dikutip dari buku: Indahnya Syurga Pedihnya Neraka. Oleh: Asrifin An Nakhrawie,S.Ag.# Penerbit: Ikhtiar Surabaya.
…
# Artikel religius ini dapat anda temukan pada website:www:Hajisunaryo.com#
…