YANG MENGETAHUI TANGGAL KEMATIAN SESEORANG HANYALAH ALLAH SWT SEMATA

Assalamualaikum Wr.WbBismillahirrohmanirraohim. Allahumma shalli wassalim sayyidina Muhammad.Selamat berjumpa kembali sidang pembaca,apa kabar? Kali ini dakwah saya (lewat tulisan) sesuai judul artikel religius tersebut diatas. Semoga bermanfaat,menyejukkan,menjadi sebagai tambahan ilmu dan yang utama sebagai sarana syiar dakwah nilai-nilai Islam kian dapat tersebarluaskan.
 
         Saudaraku,didalam kitab suci Al-Qur`an surat Al-Imron ayat 185 Allah SWT berfirman:
 
“Kullu Nafsin Dzaiqatul Maut.” Artinya:Setiap yang bernyawa pasti merasakan maut.
 
         Perbedaan antara hidup dan mati yaitu seperti antara terang dan gelap atau antara dingin dan panas. Pada umumnya bahwa istilah mati,atau kematian berarti lawan kehidupan. Sedangkan mati berarti adalah keadaan rasa diam dan segala apa yang ada dan tidak bergerak disebut mati. Dan api disebut mati jika keadaannya telah menjadi dingin. Angin dinyatakan mati jika telah mereda dan tidak ada hembusannya.
          Minuman keras,misalnya tuak dinyatakan mati keadaannya jika busanya telah hilang. Dan sesuatu disebut mati jika baginya tidak mempunyai roh lagi. Itu berarti jika diam dinyatakan sebagai kematian maka gerak adalah sesuatu yang hidup. Kalau kita perhatikan dalam kamus Lisanul Arab halaman 773,jilid 1 disebutkan bahwa hidup yaitu segala sesuatu yang dapat berbicara. Tetapi untuk tumbuh-tumbuhan yaitu jika keadaannya lembut dan bisa bergerak jika ditiup angin.
 
         Dan jika kita memandang kehidupan manusia,maka hidupnya itu setelah Allah SWT meniupkan rohnya pada tubuh janin (jabang bayi) selagi dalam kandungan ibunya. Dan bisa disebut mati jika telah putus rohnya dari tubuhnya,atau lebih tepatnya bahwa roh maupun tubuhnya telah menempati tempat tersendiri
         Orang tidurpun diserupakan dengan mati,tetapi disebut kematian kecil. Ini berarti bahwa tidur adalah satu kematian,sedangkan bangun dari tidur bisa disebut dengan kebangkitan.
 
.Perhatikan Firman Allah SWT didalam surat Al-An`am ayat 60 yang artinya:
“Dan Dialah yang menidurkan (mematikan) kamu pada malam hari. Dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan pada siang hari. Kemudian Dia membangunkan kamu pada siang hari,buat disempurnakan umurmu pada yang telah ditentukan. Kemudian kepada Allah SWT kamu kembali,lalu Dia memberitahukan padamu apa yang terdahulu apa yang kamu kerjakan” (QS.Al-An`am:60)
      
        Jadi dalam keadaan tidur itu roh manusia berada pada genggaman Allah. Jika Dia menghendaki maka ketika tidurnya itu roh itu dikuasai terus hingga manusia itu menemui ajalnya. Dan jika Dia menghendaki masih hidup didunia maka roh itu dilepasnya kembali dan manusia itu masih bangun dalam kehidupan didunia. Tetapi ada pula orang yang dimatikan Allah sebelum tidurnya. Yang jelas,setiap yang bernyawa pasti akan mengalami kematian. Qullu nafsin dzaiqatul maut (QS:Al-Imron:185) yang dengan kematian itu maka Allah akan memberikan kesempurnaan atau ganjarannya terhadap apa yang dikerjakannya selama hidup,yang akan diberikan nanti pada hari kiamat.
 
        Dan jika seseorang telah lepas dari neraka dan dimasukkan kedalam syurga maka berarti baginya telah beruntung karena:”Sedangkan kehidupan dunia itu adalah kesenangan yang menipu.” (QS:Al-Imron:185)
 
        Sekiranya saja ada manusia yang bisa melepaskan diri dari kematian,niscaya yang lebih tepat dapat diselamatkan dari kematian itu tentunya manusia pilihanNya yaitu Nabi Muhammad SAW. Tetapi Nabi Muhammad SAW telah meninggal dunia
.Seperti Firman Allah SWT:
 
“Innaka mayyitun Wainnahum mayyitun” Sesungguhnya kamu (Muhammad) akan mati dan sesungguhnya mereka akan mati pula.(QS-Az-Zumar:30)
 
        Masalah kematian adalah sesuatu yang keadaannya harus diutamakan oleh manusia buat mencari jalan menuju kehidupan disana yang lebih baik dan lebih sempurna dari kehidupan didunia ini. Hal itu dibuktikan dengan ucapan istri Nabi yang bernama Ummu Habibah yang lebih mengutamakan dengan do`anya:”Ya Allah berilah aku kesenangan dengan menjadi istri Rasulullah…(HR.Muslim)
 
         Ternyata Nabi SAW membantahnya dengan menyebutkan:”…Jika seandainya engkau memohon kepada Allah agar Dia melindungimu dari adzab neraka,maupun adzab kubur,maka hal tersebut jelas lebih baik dan lebih utama. (Hadist shahih Muslim)
 
        Ini berarti bahwa dalam Hadist ini menunjukkan pada kita kehidupan didunia adalah kehidupan yang penuh godaan dan tipuan. Jika tidak mau memikirkan kehidupan akherat ,alam barzakh,alam kubur,maupun alam akherat dengan syurga dan nerakanya,maka sungguh akan terjadi penyesalan yang tidak terhingga,jika telah bermalam pertama kali dialam kubur.
 
        Penyesalan itu terjadi,mengapa ketika hidup didunia tidak menjadi orang yang beriman dan taqwa,sedangkan yang dikejar malah harta melulu. Tidak mau memikirkan jalan kebaikan buat akheratnya. Namun kematian itu tidak ada yang tahu,yang mengetahui tanggal kematiannya itu nanti hanyalah Allah SWT semata. (QS:Al-An`am:61)
 
       Jadi saudaraku,jelas sudah bahwa kematian sesuatu yang pasti,karena kematian adalah suatu kepastian,hanya saja kita tidak tahu kapan kematian itu akan datang. Bisa saja kematian itu akan datang hari ini,besok,lusa,sebulan lagi,setahun lagi,sepuluh tahun lagi dan seterusnya…
dan bisa saja hari ini kita masih bernafas,siapa yang tahu esok kita sudah tiada…..
 
       Hanya Allah SWT yang tahu tanggal kematian seseorang sesuai surat Al-An`am ayat 61 tersebut diatas bahwa:”…….Yang mengetahui tanggal kematiannya itu nanti hanyalah Allah SWT semata.”
 
       Sidang pembaca,sampai disini saya sudahi tulisan saya,terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan.Jumpa lagi kita,insya Allah  dikesempatan lain dengan tulisan saya yang lain.Wa afwa minkum wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
 
 
(Bahan-bahan (materi) diambil dan dikutip dari buku:”Telah Tampak Tanda-Tanda Kiamat hampir Tiba” Oleh:Dr Umar Sulaiman Asygar.)
 
 
#Artikel religius ini dapat anda temukan pada website:WWW.Hajisunaryo.com
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.